Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Apa Sih Perbedaan Teknologi GlocalMe dan Skyroam?

Teknologi GlocalMe dan Skyroam memiliki kesamaan yaitu dapat berpindah jaringan dati satu titik ke titik lain, namun menurut Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) keduanya berbeda cara kerjanya berbeda.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  10:57 WIB
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pemerintah menerbitkan Permenkeu tentang Badan Usaha Tetap (BUT) untuk mengejar pemasukan pajak dari perusahaan asing yang berbasis di luar negeri namun bertransaksi dan memperoleh penghasilan di Indonesia termasuk perusahaan besar 'Over The Top' (OTT) atau daring seperti Google, Facebook, Youtube dan lain-lain. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Dua orang membuka laman Google dan aplikasi Facebook melalui gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019). Pemerintah menerbitkan Permenkeu tentang Badan Usaha Tetap (BUT) untuk mengejar pemasukan pajak dari perusahaan asing yang berbasis di luar negeri namun bertransaksi dan memperoleh penghasilan di Indonesia termasuk perusahaan besar 'Over The Top' (OTT) atau daring seperti Google, Facebook, Youtube dan lain-lain. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Teknologi GlocalMe dan Skyroam memiliki kesamaan yaitu dapat berpindah jaringan dati satu titik ke titik lain, namun menurut Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) keduanya berbeda cara kerjanya berbeda.

Agung Harsoyo, Anggota BRTI mengatakan teknologi Skyroam memanfaatkan jaringan operator seluler saat beralih jaringan. Skyroam dapat melakukan hal tersebut karena Skyroam telah membeli kuota pulsa dari operator luar negeri yang bekerja sama dengan operator seluler dalam negeri.

Agung mempemisalkan dalam skema Skyroam, sebuah operator luar negeri misalnya Singtel telah memborong pulsa milik sejumlah operator dalam negeri, setelah itu Singtel menjual kembali secara eceran pulsa tersebut ke perusahaan Skyroam, sehingga ketika Skyroam tiba di Indonesia, mereka tetap bisa beroperasi dengan pulsa eceran milik Singtel.

Agung memahami seharusnya Singtel hanya menjual pulsa tersebut ke pelanggan, namun dia menduga dalam klausul perjanjian saat Singtel memborong pulsa dari operator tidak ada larangan pulsa tersebut dijual kembali ke perusahaan lain seperti Skyroam.

“Operator seluler [di Indonesia] tidak rugi karena mereka kan dapat  bayaran dari partner roamingnya, dan itu lebih mahal dari lokal, oleh karena itu pasarnya orang-orang dengan mobilitas tinggi atau suka keluar negeri,” kata Agung kepada Bisnis.com, Senin (22/7/2019).

Sementara itu, perpindahan jaringan oleh GlocalMe diduga lebih ke arah jaringan Wifi bukan jaringan operator baru. Hal tersebut berdasarkan pada keterangan GlocalMe pada laman website resminya yang tidak mencantumkan mitra dari operator seluler.

Diketahui, laman resmi GlocalMe memperlihatka bahwa jaringan GlocalMe terhubung dengan 100 negara atau kota. Adapun beberapa mitra di seluruh negara yang terhubung dengan GlocalMe antara lain ; Avis, Asia Connex, 4 Wifi, Qool, Wifi World, Wifi Palm, Jetfi, Javamifi, Cathay Pasific, Amazon, ALiExpress, AlwaysRoam dan lain-lain.  

 “Roaming di sini sepertinya dilayani oleh operator Wifi lain, bukan operator seluler."

Agung menambahkan melalui roaming dengan operator Wifi, artinya tidak semua tempat  memperoleh jaringan GlocalMe, hanya pada titik-titik tempat pemancar mitra GlocalMe beroperasi misalnya bandar udara atau tempat umum.

PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan) adalah satu-satunya produk di Indonesia yang dilengkapi dengan GlocalMe.

Teknologi tersebut menjadikan Advan sebagai perangkat mobile hybrid. Artinya saat kuota data SIM card habis, pengguna dapat mengaktifkanGlocalMe sebagai koneksi data.

GlocalMe hanya tertanam di Advan, untuk mengatasi kesulitan konsumen dalam mencari sinyal. GlocalMe bersifat hybrid dan bukan menjadi data utama. Artinya jika paket data operator dalam kondisi kurang stabil, maka pelanggan dapat mengaktifkan GlocalMe yang telah diisi paket data, untuk kemudian GlocalMe menghubungkan atau mencari sinyal terbaik di daerah tersebut.

Diketahui untuk mengaktifkan GlocalMe, pelanggan harus membeli paket data yang ditawarkan dalam aplikasi. Paket data terbagi menjadi dua, yaitu paket bulanan yang terdiri dari  paket Unlimited seharga Rp 99.000 dan paket  8 GB seharga Rp50.000.

Kemudian ada juga harian dengan harga Rp 4.900 untuk 1 GB,dan Paket Harian Rp5.800 untuk 2 GB.  GlocalMe pun dapat tethering hingga ke 8 perangkat.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaringan internet
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top