Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Setelah Jadi Kontroversi, Teknologi GlocalMe Diperbolehkan di Indonesia

Badan Regulasi Telekomunukasi Indonesia (BRTI) menyebut teknologi GlocalMe Inside yang terdapat pada gawai Advan s50 Prime merupakan produk yang diperbolehkan digunakan di Indonesia. GlocalMe berbeda dengan Mobile Virtual Network Operator (MVNO).
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  08:35 WIB
Setelah Jadi Kontroversi, Teknologi GlocalMe Diperbolehkan di Indonesia
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Regulasi Telekomunukasi Indonesia (BRTI) menyebut teknologi GlocalMe Inside yang terdapat pada gawai Advan s50 Prime merupakan produk yang diperbolehkan digunakan di Indonesia. GlocalMe berbeda dengan Mobile Virtual Network Operator (MVNO).

Agung Harsoyo, Anggota BRTI menduga meski dapat berpindah jaringan namun perpindahan tersebut tidak menggunakan jaringan operator baru melainkan jaringan Wifi.

Hal tersebut, kata Agung, melihat keterangan GlocalMe pada laman website resminya yang tidak mencantumkan mitra dari operator seluler.

Diketahui, laman resmi GlocalMe memperlihatka bahwa jaringan GlocalMe terhubung dengan 100 negara atau kota. Adapun beberapa mitra di seluruh negara yang terhubung dengan GlocalMe antara lain ; Avis, Asia Connex, 4 Wifi, Qool, Wifi World, Wifi Palm, Jetfi, Javamifi, Cathay Pasific, Amazon, ALiExpress, AlwaysRoam dan lain-lain.  

Agung juga menduga bahwa status ‘roaming’ hanyalah cara berdagang GlocalMe agar terkesan menarik karena sebenarnya tidak ada roaming dalam teknologi tersebut.

Agung menampik asumsi yang menyebut GlocalMe menggunakan skema roaming permanen, karena GlocalMe menggunakan Wifi.

“Roaming di sini sepertinya dilayani oleh operator Wifi lain, bukan operator seluler.,” kata  Agung kepada Bisnis.com di Senayan, Senin (22/7/2019).

Agung menambahkan melalui roaming dengan operator Wifi, artinya tidak semua tempat  memperoleh jaringan GlocalMe, hanya pada titik-titik tempat pemancar mitra GlocalMe beroperasi misalnya bandar udara atau tempat umum.

Dia menyampaikan bahwa skema bisnis yang digunakan GlocalMe merupakan skema bisnis baru dan belum memiliki regulasi. Meski demikian, sambungnya, teknologi  tersebut tetap diperbolehkan karena masuk dalam ranah bisnis.

Sebelumnya, PT Bangga Teknologi Indonesia (Advan) melengkapi produk ponsel pintarnya yang bernama Advan s50 Prime dengan teknologi bernama GlocalMe.

Teknologi tersebut menjadikan Advan sebagai perangkat mobile hybrid. Artinya saat kuota data SIM card habis, pengguna dapat mengaktifkanGlocalMe sebagai koneksi data.

GlocalMe hanya tertanam di Advan, untuk mengatasi kesulitan konsumen dalam mencari sinyal. GlocalMe bersifat hybrid dan bukan menjadi data utama. Artinya jika paket data operator dalam kondisi kurang stabil, maka pelanggan dapat mengaktifkan GlocalMe yang telah diisi paket data, untuk kemudian GlocalMe menghubungkan atau mencari sinyal terbaik di daerah tersebut.

Diketahui untuk mengaktifkan GlocalMe, pelanggan harus membeli paket data yang ditawarkan dalam aplikasi. Paket data terbagi menjadi dua, yaitu paket bulanan yang terdiri dari  paket Unlimited seharga Rp 99.000 dan paket  8 GB seharga Rp50.000.

Kemudian ada juga harian dengan harga Rp 4.900 untuk 1 GB,dan Paket Harian Rp5.800 untuk 2 GB.  GlocalMe pun dapat tethering hingga ke 8 perangkat.    

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gadget
Editor : Wike Dita Herlinda
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top