Startup Skuter Listrik Asal Swedia Mulai Catatkan Arus Kas Positif

Banyak kritikus yang menyatakan bahwa VOI dan operator skuter listrik lain akan menghadapi nasib yang sama dengan operator asal Asia, GoBee dan Mobike, yang jatuh di Eropa karena perang harga, perusakan, dan hambatan regulasi.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 09 Juli 2019  |  01:35 WIB
Startup Skuter Listrik Asal Swedia Mulai Catatkan Arus Kas Positif
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan rintisan atau startup transportasi skuter listrik asal Swedia, VOI, menunjukkan pertanda arus kas yang positif meskipun kendaraan tersebut menjadi mimpi buruk bagi sebagian pejalan kaki dan pengendara mobil di sana.

Co-founder dan CEO VOI Fredrik Hjelm menjelaskan bahwa pihaknya sudah menghasilkan keuntungan di beberapa kota, termasuk di kota asalnya, Stockholm. Skuter listrik VOI berkontribusi sekitar 70%–80% dari semua skuter listrik yang ada di jalanan Stockholm.

"Perkiraan kami VOI akan mencatatkan arus kas positif sekitar akhir tahun depan, tetapi yang jelas akan positif dalam tiga tahun," ujar Hjelm, Senin (8/7/2019) dilansir dari Reuters.

Banyak kritikus yang menyatakan bahwa VOI dan operator skuter listrik lain akan menghadapi nasib yang sama dengan operator asal Asia, GoBee dan Mobike, yang jatuh di Eropa karena perang harga, perusakan, dan hambatan regulasi.

Hjelm menjelaskan, pihaknya telah belajar dari kesalahan masa lalu, sehingga melakukan penyempurnaan model dengan baterai yang dapat menekan biaya dan meningkatkan masa pakai.

Perusahaan rintisan asal Eropa, seperti VOI, Dott, dan Tier telah menempatkan ribuan skuter listrik di jalanan kota-kota Eropa. Mereka mendorong masyarakat menggunakan skuter di wilayah dengan jumlah mobil yang jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan Amerika Serikat.

“Perang harga tidak pernah berakhir dengan baik bagi siapa pun. Jadi yang anda lihat sekarang di pasar adalah para pemain yang lebih berpengalaman, seperti VOI dan Lime, mampu meningkatkan poin harga rata-rata kami,” ujar Hjelm.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
start up, Kendaraan Listrik

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top