Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Line Incar BEP Bisnis Fintech dalam 2 Tahun

Bisnis fintech Line Corp diprediksi mencapai BEP dalam satu hingga dua tahun. Hal itu dikemukakan oleh Co-CEO Line Shin Jung-Ho. Layanan fintech seperti perbankan, perdagangan saham, pinjaman dan asuransi, dapat menghasilkan keuntungan dalam tiga tahun, tergantung pada seberapa cepat perusahaan dapat memperoleh lisensi yang diperlukan dan menarik pengguna.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  04:25 WIB
Logo Line - Reuters/Toru Hanai
Logo Line - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis fintech Line Corp diprediksi mencapai BEP dalam satu hingga dua tahun. Hal itu dikemukakan oleh Co-CEO Line Shin Jung-Ho. Layanan fintech seperti perbankan, perdagangan saham, pinjaman dan asuransi, dapat menghasilkan keuntungan dalam tiga tahun, tergantung pada seberapa cepat perusahaan dapat memperoleh lisensi yang diperlukan dan menarik pengguna.

Dua hingga tiga tahun ke depan adalah waktu penting untuk mencari tahu kebutuhan pengguna. Perusahaan akan difokuskan pada pasar dalam negeri dan Taiwan.

Operator platform pengiriman pesan paling populer di Jepang, tengah menghadapi basis pengguna yang stagnan dan model bisnis yang bergantung pada iklan. Untuk itu Line menggandakan pembayaran untuk mendukung penawaran keuangan lainnya dan mentransformasikannya menjadi aplikasi all-in-one seperti Tencent Holdings Ltd. Wechat.

Perusahaan tahun lalu mengumpulkan 148 miliar yen (US$1,4 miliar) dalam penjualan obligasi konversi untuk membantu mendanai ekspansi. Sahamnya jatuh ke level terendah sejak penawaran umum perdana pada Juni.

"Fintech sendiri adalah model monetisasi yang telah terbukti, satu-satunya masalah adalah seberapa cepat kita dapat memberikan keamanan kepada para pengguna. Kami membutuhkan investasi tiga hingga empat tahun untuk membangunnya,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (13/6/2019). Line memiliki 80 juta pengguna aktif bulanan di Jepang, 21 juta di Taiwan, 44 juta di Thailand dan 19 juta di Indonesia.

Line sudah menjadi pemain dominan dalam fintech pembayaran di Taiwan. Perusahaan menargetkan untuk memulai operasi di Line Bank, dengan bermitra dengan Mizuho Financial Group Inc., di Jepang tahun depan, sambil menunggu persetujuan peraturan.

Meskipun memiliki pijakan awal di banyak pasar global, Line telah memfokuskan operasi pengiriman pesannya di empat negara Asia. Layanan fintech dapat berfungsi sebagai vektor untuk ekspansi global ke depannya. ,

“Kompetisi bagi perusahaan messenger sudah berakhir. Saat ini kami membutuhkan inovasi lain. Fintech bisa menjadi pilihan itu."

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top