Google: Privasi Adalah Sesuatu Yang Cair, Kontekstual, dan Sangat Personal

Berdasarkan definisi tersebut, Google pun dikatakan memperhitungkan berbagai macam hal signifikan, seperti aktivitas individual, demografi, dan tradisi budaya lokal dalam setiap pembicaraan mengenai privasi yang dilakukan oleh perusahaan.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  18:12 WIB
Google: Privasi Adalah Sesuatu Yang Cair, Kontekstual, dan Sangat Personal
Kantor Google di Jakarta, Indonesia. JIBI/BISNIS - Syaiful Milah

Bisnis.com, JAKARTA -- Privasi adalah sesuatu yang cair, bersifat kontekstual, dan tentu saja, secara fundamental sangat personal.

Definisi tersebut disampaikan oleh Chief Privacy Officer Google Keith Enright dalam acara sharing session fitur-fitur privasi terbaru Google di kantor Google di Jakarta, Jumat (31/5).

Berdasarkan definisi tersebut, Google pun dikatakan memperhitungkan berbagai macam hal signifikan, seperti aktivitas individual, demografi, dan tradisi budaya lokal dalam setiap pembicaraan mengenai privasi yang dilakukan oleh perusahaan.

"Jadi, terdapat nilai-nilai keanekaragamaan, yang berdasarkan kebutuhan, harus diaplikasikan ketika kami bicara soal privasi," ujar Enright via sambungan video call.

Dia menilai, meskipun saat ini dunia sangat diuntungkan oleh hadirnya kesiapan akses terhadap seluruh pengetahuan baru mengenai perangkat mobile, akan tetapi konsekuensi dari cara yang digunakan perusahaan tersebut dalam memikirkan privasi seseorang tidak serta merta hilang begitu saja.

Dengan kata lain, Google wajib menempuh setiap tahap yang harus dilewati ketika membicarakan masalah privasi pengguna.

Alasannya sederhana, yaitu; pertama, perusahaan tersebut ingin memastikan bahwa maksud dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan berhasil sampai kepada pengguna; kedua, pada saat yang bersamaan, Google juga ingin memastikan bahwa kepastian terkait dengan perihal pengaturan dan perlindungan privasi yang kuat serta memungkinkan berhasil disampaikan kepada pengguna di seluruh dunia.

Adapun, dikatakan pada saat ini terdapat lebih banyak data detail mengenai kehidupan pribadi pengguna yang diperjualbelikan secara digital. Menurut Enright, kenyataan tersebut pada akhirnya mengharuskan perusahaan seperti Google, yang memiliki kewajiban menjaga data pengguna, untuk menyiapkan amunisi.

"Tidak hanya untuk melindungi data, tetapi juga membangun suatu kontrol kelas terbaik yang memberikan kepada para pengguna kenyamanan absolut dan secara konsisten memberikan harapan serta keuntungan," imbuhnya.

Google pun berkomitmen untuk selalu konsisten dalam menjaga privasi pengguna di seluruh dunia yang menggunakan produk-produknya, dan secara konsisten menerapkan standar tertinggi demi melindungi privasi pengguna untuk semua layanan yang dihadirkan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
google

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top