Fujifilm Rilis LTO Ultrium 7 Data Cartridge

PT Fujifilm Indonesia (Fujifilm) memperkuat divisi perekaman data perseroan dengan memasarkan perangkat keras LTO (linear tape-open) Ultrium 7 Data Cartridge (LTO).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  23:35 WIB
Fujifilm Rilis LTO Ultrium 7 Data Cartridge
Noriyuki Kawakubo - Presiden Direktur Fujifilm Indonesia dengan Yansen S. - Direktur Harrisma dalam acara penunjukan distributor LTO Ultrium 7 Data Cartridge. - Dok. Fujifilm Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - PT Fujifilm Indonesia (Fujifilm) memperkuat divisi perekaman data perseroan dengan memasarkan perangkat keras LTO (linear tape-open) Ultrium 7 Data Cartridge (LTO).

Perseroan bekerja sama dengan Harrisma Informatika Jaya dalam menembus pasar LTO.

Sales Manager Recording Media Division FUJIFILM Indonesia Willie Pratama mengatakan kerja sama tersebut akan membuat penjualan Fujifilm LTO ke depan akan meningkat pesat. Pasalnya, lanjutnya, Harisma memiliki pengalaman sebagai distributor teknologi yang cukup lama di dalam negeri yakni 33 tahun

“Ini merupakan babak baru kerja sama antara Fujifilm dan Harrisma, yang sudah berpengalaman puluhan tahun menjadi distributor produk-produk IT dari seluruh dunia. Kami yakin Harrisma bisa tampil cemerlang,” jelas Willie dalam keterangan tertulis, Senin (11/3/2019).

Seperti diketahui, Linear Tape-Open LTO yaitu adalah teknologi pita magnetik untuk penyimpanan data yang dikembangkan para era 2000-an. LTO banyak digunakan oleh sistem komputer baik kecil maupun besar khususnya untuk backup data.

Willie menjelaskan Fujifilm LTO 7 ini memiliki kapasitas sebesar 15.0 TB dan kecepatan transfer hingga 750 MB per detik.

 LTO, sambungnya, telah menghadirkan beberapa generasi mulai dari LTO-1 yang berkapasitas 200 GB hingga LTO 8 peningkatan kapasitas yaitu hingga 30 TB dengan menggunakan format kompresi dan memiliki kecepatan maksimum transfer hingga 750 MB per detik.

Teknologi LTO ini dibutuhkan  oleh perusahaan-perusahaan dalam menyimpan dan melindungi data. Karena hal inilah, lanjutnya, perseroan yakin FUJIFILM LTO adalah teknologi yang akan selalu dibutuhkan di masa mendatang mengingat data merupakan aset paling berharga bagi semua perusahaan.

Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Noriyuki Kawakubo menambahkan perseroan menilai bisnis data storage atau recording media adalah bisnis yang sangat potensial di Indonesia. Perseroan, ujarnya,  optimis akan semakin memperkuat posisinya dalam industri data storage.

Di sisi lain, Direktur Utama Harrisma Informatika Jaya Yansen Setiawan mengutarakan pihaknya optimistis Harrisma menguasai pasar LTO di Tanah Air. Yansen berujar pihaknya akan terus meningkatkan kualitas bisnis IT nya dan mengembangkan nilai potensi di industri IT.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
data, fujifilm

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top