230 Gamers Berebut Rp1,4 Miliar di SEACA

Beberapa gim yang akan dipertandingkan antara lain: Mobile Legends, Arena of Valor (AOV), Player Unknown’s Battleground (PUBG), Point Blank, dan DOTA 2.
Dhiany Nadya Utami | 18 Oktober 2018 08:50 WIB
Menkominfo Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, dan Co-Founder & CEO Unipin Ashadi Ang saat pembukaan South East Asia Cyber Arena di Jakarta, Rabu (17/10/2018) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kompetisi eSport di Indonesia semakin menjamur. Kali ini giliran penerbit voucer gim daring, UniPin, menggelar kompetisi eSport pertamanya di Tanah Air.

Co-Founder dan CEO Unipin Ashadi Ang mengatakan  mereka memiliki visi dan misi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat eSports se-Asia Tenggara. Dia optimistis Unipin mampu mewujudkan ambisi tersebut karena mereka memiliki dukungan teknologi dan analisis data yang memudahkan untuk memetakan perilaku dan preferensi para gamers.

“UniPin juga bekerja sama dengan game publisher terkemuka di dunia yang memungkinkan kami menyajikan berbagai jenis permainan game yang menarik,” ucapnya.

Selain itu, posisi Unipin sebagai penyedia payment service provider yang tengah berekspansi di Asia Tenggara diakui Ashadi akan memudahkan mereka untuk menyediakan platform eSports untuk para pecinta gim di kawasan ini.

“Besarnya komitmen kami terhadap industri eSports Tanah Air, kami wujudkan dengan memfasilitasi atlet eSports Indonesia berkompetisi dengan atlet-atlet dari luar negeri,” tambah Ashadi.

Dia mengharapkan agar event SEACA dapat memotivasi serta menumbuhkan kesadaran pada generasi muda bahwa eSports akan menjadi profesi yang sangat menjanjikan bila ditekuni secara sungguh-sungguh dan profesional .

“Ke depannya semoga dukungan berbagai pihak termasuk pemerintah akan semakin besar untuk eSports sehingga industri akan semakin berkembang dan Indonesia sebagai pusat eSports di Asia Tenggara akan tercapai,” tambah Ashadi.

Menkominfo Rudiantara yang turut hadir dalam pembukaan SEACA mengatakan pemerintah siap mendukung salah satunya dengan membangun jaringan broadband sehingga pada 2019 mendatang diharapkan setiap daerah di Indonesia seluruhnya terhubung dengan internet.

 Selain itu, Rudiantara menyebut eSport kini makin diminati sehingga ekosistemnya dapat dipastikan memiliki potensi tinggi untuk terus berkembang. Dia mencontohkan eSport yang sempat menjadi cabor eksibisi pada Asian Games lalu dan akan menjadi cabor resmi pada Asian Games 2022 mendatang.

“Salam dari Pak Jokowi untuk ekosistem gamers di Indonesia, ekosistem ini selalu ada di hati beliau,” tutupnya.

SEACA akan menghadirkan tim-tim profesional dari negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filipina. Beberapa gim yang akan dipertandingkan antara lain: Mobile Legends, Arena of Valor (AOV), Player Unknown’s Battleground (PUBG), Point Blank, dan DOTA 2.

Sebelumnya babak kualifikasi telah digelar di 16 kota di Indonesia dan menghasilkan 230 finalis yang akan berlaga untuk memperebutkan total hadiah senilai Rp1,4 milyar.

“Besarnya jumlah para peserta yang ikut andil di babak kualifikasi SEACA ini menunjukkan meningkatnya penggiat eSports di dalam negeri,” tutup Ashadi.

Tag : video game
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top