Aplikasi Laut Nusantara Besutan XL Bantu Navigasi Nelayan

Fitur yang tersedia antara lain adalah peta daerah penangkapan ikan, data cuaca, dan informasi harga.
Dhiany Nadya Utami | 30 Agustus 2018 12:53 WIB
Petugas memantau monitor informasi sebaran prediksi daerah penangkapan ikan pada acara peluncuran aplikasi untuk nelayan Laut Nusantara, di ruang kendali Bali Radar Station Jembrana, Bali, Kamis (30/8/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, NEGARA, BALI — Balai Riset dan Observasi Laut, Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan, serta PT XL Axiata Tbk. bekerja sama meluncurkan aplikasi digital untuk nelayan yang bernama Laut Nusantara.  

Kepala Balai Riset dan Observasi Laut (BROL) I Nyoman Radiarta mengatakan aplikasi ini memiliki basis data yang lengkap dan sangat bermanfaat bagi nelayan yang akan melaut. Dia menyebut ini sebagai upaya memfasilitasi nelayan menuju era digital.

"Ini merupakan hilirisasi produk BROL dengan meluncurkan produk yang berkaitan dengan hasil riset kami agar informasinya dapat dimanfaatkan langsung oleh nelayan," katanya saat peluncuran aplikasi Laut Nusantara di kawasan Balai Riset dan Observasi Laut, Kamis (30/8).

Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D. Yosetya menuturkan aplikasi Laut Nusantara dikembangkan oleh timnya selama lebih kurang 5 bulan. Ini juga merupakan aplikasi nelayan kedua yang dirilis XL setelah sebelumnya meluncurkan mFish pada 2015 lalu yang berbasis data open source.

"Saat kerja sama [dengan BROL dan KKP] ini dilakukan ini benar-benar membuka wawasan baru. Datanya sudah tersedia, jadi kita tinggal tugas kita memaparkan data tersebut agar nelayan dapat menerima informasi," tutur Yessie.

Hingga akhir 2018 ini dia menargetkan pendistribusian aplikasi Laut Nusantara beserta perangkat dan paket data untuk 1.300 nelayan di 11 kota. Akan ada pula pelatihan dan pendampingan bagi para nelayan untuk bisa mengoperasikan aplikasi tersebut.

Konten Laut Nusantara sendiri berasal dari data stasiun bumi BROL yang berdasarkan pada riset dan observasi laut di seluruh Indonesia. Data tersebut diperbarui setiap 3 hari sekali berdasarkan data dari satelit khusus.

Aplikasi tersebut memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan oleh nelayan tradisional di antaranya peta daerah penangkapan ikan yang meliputi sebaran ikan, data cuaca (arah angin, kecepatan angin, cuaca, tinggi gelombang, serta status laut aman atau tidak untuk melaut), laporan tangkapan, dan informasi harga ikan di pelabuhan.

Per tanggal 30 Agustus 2018 aplikasi ini sudah dapat diunduh dari Play Store. Adapun aplikasi Laut Nusantara bersifat agnostik dan dapat digunakan oleh semua pengguna smartphone pelanggan operator apapun dan tak terbatas hanya pengguna XL. 

Tag : aplikasi
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top