Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

XL dan Telkomsel Terbuka dengan Ide Konsolidasi

Penurunan jumlah kompetitor meningkatkan skala ekonomi di bisnis telekomunikasi sehingga operator seluler
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 08 Februari 2018  |  13:31 WIB
XL dan Telkomsel Terbuka dengan Ide Konsolidasi
Salah satu BTS Telkomsel di daerah perbatasan. Telkomsel secara nasional telah mengoperasikan 627 base transceiver station (BTS) yang berlokasi di perbatasan dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, Timor Leste, Australia, Filipina, dan Papua Nugini dalam upaya mendukung kedaulatan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bisnis - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk. dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) sepakat bahwa konsolidasi adalah salah satu cara memperbaiki kondisi industri telekomunikasi yang terbebani kompetisi tidak sehat.

Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini setuju dengan ide konsolidasi yang diusulkan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Namun, hal tersebut tergantung pada pemegang saham masing-masing operator seluler.

"Setuju, supaya industri lebih sehat. Tapi tentu saja Ini tergantung kepada para major shareholders perusahan-perusahaan telekomunikasi di Indonesia," katanya kepada Bisnis, Rabu (7/2).

Sama halnya dengan Dian, CEO Telkomsel Ririek Adriansyah juga menilai konsolidasi sebagai ide yang bagus. Konsolidasi dapat dijadikan jalan keluar bagi persaingan harga antara operator yang dianggap sudah tidak sehat.

"Mungkin itu bisa menjadi salah satu cara untuk memperbaiki kondisi industri [telekomunikasi] saat ini," katanya kepada Bisnis, Rabu (7/2).

Namun, keduanya sama-sama tidak menjawab ketika tentang potensi konsolidasi dengan operator lain.

Ketua Kebijakan Strategis Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Teguh Prasetya pun menilai konsolidasi itu bagus buat keseimbangan industri seluler yang lebih kondusif dibandingkan dengan saat ini.

Menurutnya, jumlah operator telekomunikasi di Indonesia terlalu banyak. Negara lain di Asia rata-rata hanya memiliki tiga sampai empat operator telekomunikasi.

Menkominfo Rudiantara sebelumnya mengatakan konsolidasi industri telekomunikasi yang menggabungkan 7 operator seluler menjadi 3 operator seluler akan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat.

Penurunan jumlah kompetitor, jelasnya, meningkatkan skala ekonomi di bisnis telekomunikasi sehingga operator seluler bisa menawarkan harga yang terjangkau tanpa mengganggu aliran dana perusahaan.

Inii membuat operator memiliki dana yang memadai untuk memelihara kualitas jaringan seluler dan untuk memperluas jangkauan jaringan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

seluler
Editor : Demis Rizky Gosta
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top