Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Blok Akun Aktivis Palestina, Facebook Dituding Dukung Penjajahan Israel

Tindakan media sosial Facebook yang memblokir beberapa akun pribadi milik wartawan dan aktivis Palestina dianggap sebagai upaya mendukung penjajahan Israel atas Palestina.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 September 2016  |  13:38 WIB
Blok Akun Aktivis Palestina, Facebook Dituding Dukung Penjajahan Israel
Ilustrasi - Investcorrectly.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tindakan media sosial Facebook yang memblokir beberapa akun pribadi milik wartawan dan aktivis Palestina dianggap sebagai upaya mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

Hal itu diungkapkan Direktur Pusat Kemerdekaan dan Pengembangan Media Palestina (MADA), Musa Rimawi sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Selasa (27/9/2016).

"Israel tidak ingin kisah warga Palestina, tentang pelanggaran yang mereka alami di wilayah pendudukan, diketahui oleh khalayak di seluruh dunia," ujar Musa.

Tudingan itu dilayangkan, karena Facebook sejak Jumat (23/9/2016) menutup beberapa akun yang dinilai melanggar syarat dan ketentuan pengguna media sosial asal Amerika Serikat tersebut.

Laman Facebook milik empat editor Shehab News Agency, yang memiliki lebih dari 6,3 juta "Like" dan akun milik tiga eksekutif media Quds News Network, yang punya 5,1 juta “Like”, dilaporkan tak bisa diakses. Pasalnya, media-media tersebut meliput peristiwa di area Palestina yang diduduki Israel.

Menurut Rimah Mubarak, Direktur Shehab yang berpusat di Jalur Gaza, sensor dari Facebook itu sudah yang keempat kalinya dilakukan selama 2016.

"Pernah sekali ditutup dan diaktifkan kembali setelah sepekan. Laman-laman itu ditutup permanen, sehingga kami harus membuat laman baru," kata Mubarak.

"Kami menghubungi Facebook, tetapi tak pernah dibalas. Kejadian seperti ini menimpa banyak laman dan media berita di Gaza," ujarnya.

Facebook kemudian mengakui kesalahannya dan mengaktifkan kembali semua laman yang dimatikan, kecuali satu akun milik seorang editor Shehab.

"Kami ingin semua orang merasa aman saat menggunakan Facebook, dan karena itu kami membuat seperangkat aturan, yang isinya menegaskan, bahwa kami tak menyediakan tempat untuk teroris atau konten yang mempromosikan terorisme di dalam Facebook," kata juru bicara Facebook.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

facebook
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top