Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Tren Teknologi Informasi Yang Bakal Terulang di 2015

Vendor visualisasi data dan inteligensi bisnis global Qlik Technologies Inc (QLIK) memprediksi lima kepastian kecenderungan yang tidak akan berubah dari tren yang populer pada 2014 lalu.
Sanjey Maltya
Sanjey Maltya - Bisnis.com 21 Januari 2015  |  18:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA--Vendor visualisasi data dan inteligensi bisnis global Qlik Technologies Inc (QLIK) memprediksi lima kepastian kecenderungan yang tidak akan berubah dari tren yang populer pada 2014 lalu.

Kelima tren tersebut adalah big data, visualisasi, perangkat mobile, cloud alias komputasi awan, serta para manajer yang tetap tak memahami wawasan dasar operasional.

Vice President Asia Qlik Technologies Terry Smagh menyatakan metode manusia berinteraksi dengan data berubah cepat, dan sebagian besar menuju ke arah yang lebih baik.

"Pekerjaan yang menjadi sarana ekspresi diri kini membuat sekelompok kecil orang dalam organisasi yang memberlakukan keputusan, menjadi tidak berlaku," jelasnya dalam keterangan pers, Rabu (21/1/2015).

Dia menjelaskan metodologi pengambilan keputusan yang didistribusikan ke seluruh organisasi beserta 'keputusan mikro', penting bagi keberhasilan seluruh lini bisnis.

"Potensi manfaat bagi organisasi akan sangat besar jika kita mampu memberikan layanan mandiri alat discovery data kepada lebih banyak orang untuk mengeksplorasi data dan berkolaborasi sesuai dengan wawasan mereka," ujarnya.

Mengenai tren pertama yakni big data, sebagian perusahaan memang telah menyinggung hal tersebut namun tidak melakukannya.

"Banyak peluang nyata bagi bisnis untuk memanfaatkan big data, tapi kebanyakan departemen TIK belum memiliki waktu untuk menerapkan infrastruktur baru karena masih bergulat untuk memelihara beban kerja yang ada," ulasnya.

Smagh juga menjelaskan jika big data adalah buzzword pada 2014, visualisasi berada pada posisi tak jauh di belakangnya. "Masalahnya, terlalu sedikit visualisasi yang benar-benar terlibat dalam pengambilan keputusan. Selain itu, banyak visualisasi mengurangi informasi yang ditampilkan dengan mengklarifikasi yang telah diketahui kepada orang lain."

Menurutnya, solusi terbaik adalah dengan menghindari alat yang hanya memberikan grafik untuk presentasi atau berbagi.

"Kita harus mendaya-guna metode dan alat yang benar-benar interaktif dan eksploratif. Setiap orang dalam organisasi dapat memiliki wawasan yang penting bukan hanya menjadi pengguna akhir," tegas Smagh.

Terkait tren perangkat mobile, dia mengestimasi Google Chromebooks untuk pertama kalinya akan mengungguli penjualan iPads Apple pada 2015.

"Banyak pengembang dan administrator yang mengira mereka telah memecahkan masalah dengan standarisasi pada satu platform, padahal kemungkinan besar mereka akan menghadapi masalah yang sama lagi," tuturnya.

Smagh juga menuturkan meski banyak perusahaan akan memiliki infrastruktur komputasi awan, tetapi masih banyak data lokal yang belum terintegrasi.

"Pada 2015 diprediksi kita akan mengunduh kembali data ke media penyimpan lokal untuk melakukan operasi sangat tradisional; membersihkan, membentuk, mengubah, dan mengintegrasikan data. Back office masih akan benar-benar berada di belakang kantor sampai beberapa waktu ke depan."

Terakhir, para manajer tetap tidak akan memahami wawasan dasar operasi sehari-hari mereka. "Memang sangat mudah terbawa antusiasme teknologi baru. Big data, IoT [Internet of Things], analisis prediktif, semuanya menjanjikan. Namun lihat bisnis di sekitar kita, atau bisnis pelanggan, sistem pemasok dan mitra. Kemungkinan banyak manajer yang masih berharap memiliki informasi yang lebih baik, lengkap dan akurat."

Menurutnya, ada godaan untuk mencari tujuan yang dramatis untuk mengubah bisnis dan reputasi, namun fakta menunjukkan bahwa analisis data atau pendukung keputusan hanya sedikit memperbaiki bisnis yang berasal dari peningkatan setiap transaksi dan keputusan.

Kesimpulannya, lanjut Smagh, proseslah order-order tersebut dengan lebih sedikit kesalahan untuk meningkatkan efisiensi produksi selangkah lebih maju.

"Menargetkan dengan lebih baik upaya pemasaran Anda. Dan yang terpenting, berikan manajer instrumen untuk mengidentifikasi, merencanakan dan melacak perubahan-perubahan kecil, yang terjadi setiap hari.Tentu pada akhir 2015 mendatang, Anda akan melihat ke belakang dengan cukup puas," tutup Smagh.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

teknologi informasi
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top