Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Serangan Spam, Hacker Pilih Pengguna Sosial Media

Para peretas diprediksi akan mengalihkan serangan spam ke situs jejaring sosial sperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn seiring dengan pertumbuhan penggunanya yang terus meningkat.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 29 April 2014  |  13:09 WIB
Twitter. Hacker Pilih Pengguna Sosial Media - Bloomberg
Twitter. Hacker Pilih Pengguna Sosial Media - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Para peretas diprediksi akan mengalihkan serangan spam ke situs jejaring sosial sperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn seiring dengan pertumbuhan penggunanya yang terus meningkat.

Analis Anti-Virus Vaksincom Alfons Tanujaya mengatakan pertumbuhan pengguna e-mail relative standar. Hal inilah yang membuat hacker memilih untuk melakukan phishing kepada pengguna media sosial.

“ Tapi serangan phishing ke situs jejaring sosial bukan ancaman tingkat tinggi,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (29/4/2014).

Menurut Alfons, data-data yang bisa dicuri dari media sosial biasanya bukan data yang terlalu penting. Selain itu, yang menjadi korban serangan ini biasanya merupakan pengguna awam.

Menurutnya, postur pengguna media sosial di Indonesia memang masih seperti piramida. Pengguna dengan tingkat kesadaran tinggi berada di atas dengan jumlah yang sedikit. Sementara itu, pengguna awam berada di tingkat paling bawah dengan jumlah paling banyak.

Alfons melanjutkan risiko serangan phishing kepada korporasi justru lebih berbahaya. Pasalnya, penjahat bisa mencuri data-data transaksi keuangan dan rahasia perusahaan. Kendati demikian, kalangan korporasi biasanya sudah memiliki teknisi ahli yang tidak mudah tertipu lewat spam.

Menurut Alfons, Indonesia memang menjadi salah satu negara dengan pemasok spam terbanyak di dunia. Saat ini, Indonesia berada di peringkat kelima di jajaran negara dengan sumber spam terbanyak di dunia. Alfons menuturkan Indonesia bahkan pernah menduduki posisi puncak sebelum digeser oleh China. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top