Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pajak Barang Mewah: PPnBM Bakal Pengaruhi Vendor Ponsel Global

International Data Corporation menilai wacana pengenaan pajak barang mewah sebesar 20% bakal berdampak besar terhadap vendor ponsel global.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 21 April 2014  |  23:19 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- International Data Corporation (IDC) menilai wacana pengenaan pajak barang mewah sebesar 20% bakal berdampak besar terhadap vendor ponsel global.

Pasalnya, pengenaan pajak barang mewah ini bakal membuat mereka memutar otak guna menjaga kestabilan margin.

Penyusustan margin dan persaingan pasar yang mungkin terjadi akibat pengenaan Pajak Pertambahan nilai Barang Mewah (PPnBM), menimbulkan kekhawatiran bahwa vendor global bakal mulai menaikkan harga untuk konsumen guna menjaga margin.

IDC mengakui pihaknya belum bisa memastikan apakan pengenaan pajak ini bakal berimbas terhadap pengapalan ponsel ke depannya.

Pasalnya, pihaknya belum mengetahui pasti strategi apa yang bakal dipilih para vendor global dalam menghadapi kebijakan ini.

Pastinya, jika pengenaan ini berujung pada penaikan harga ponsel di tingkat konsumen, maka hal ini akan membatasi mereka dalam memilih perangkat ponsel pada segmen tertentu.

Selain itu, jumlah permintaan ponsel merek tertentu juga akan turun.

Menurut Observasi IDC, pengenaan pajak ini bisa diterima jika dilihat dari kacamata perlindungan vendor lokal dalam menghadapi Komunitas Ekonomi Asean (AEC) pada 2015.

Namun, harus ada pendekatan lain yang dipertimbangkan mengenai hal ini, seperti mengembangkan kualitas pemain lokal itu sendiri.

“Pembentukan ekosistem pengembang perangkat lunak dan aplikasi lokal harus segera dilakukan sembari menanamkan pengertian akan pentingnya memiliki bagian penelitian dan pengembangan (R&D) pada vendor lokal untuk berinovasi guna meningkatkan pengalaman pelanggan,” ujar country Director International Data Corporation Indonesia Sudev Bangah dalam keterangan resmi, Kamis (17/4).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top