Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekan Kematian Satwa, Ekologis Brasil Kembangkan Aplikasi Urubu

Dipicu oleh tingginya angka kematian satwa liar akibat tertabrak kendaraan, para ekologis di Brazil menciptakan aplikasi yang disebut Urubu untuk mengurangi kecelakaan tersebut.
Rezza Aji Pratama
Rezza Aji Pratama - Bisnis.com 15 April 2014  |  01:00 WIB
Urubu adalah nama lain Burung Bangkai  - bisnis.com
Urubu adalah nama lain Burung Bangkai - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Dipicu oleh tingginya angka kematian satwa liar akibat tertabrak kendaraan, para ekologis di Brasil menciptakan aplikasi yang disebut Urubu untuk mengurangi kecelakaan tersebut.

Para peneliti yang tergabung dalam the Centro Brasileiro de Estudos em Ecologia de Estradas (CBEE) itu memanfaatkan informasi dari masyarakat untuk mengidentifikasi lokasi yang rawan terjadi kecelakaan. Di negara tersebut, tak kurang dari 475 juta satwa liar mati per tahun akibat tertabrak kendaraan.

Direktur CBEE Alex Bager mengatakan dengan aplikasi ini pengguna bisa memotret korban dan lokasi kejadian untuk kemudian divalidasi oleh tim ahli. Tim kemudian akan mengklasifikasi kecelakaan berdasarkan tipe satwa seperti amfibi, reptil, mamalia atau burung yang akan membantu memetakan lokasi yang rawan.

Dengan data-data ini, pemerintah bisa menyusun pedoman pembangunan jalan raya yang lebih aman. “Urubu membantu kita mengumpulkan informasi secara realtime, “ ujarnya seperti dilansir dari Gizmag.  

Mayoritas hewan yang terbunuh dalam kecelakaan ini merupakan hewan-hewan kecil seperti katak dan ular yang berperan penting dalam rantai makanan. Hewan-hewan ini juga memainkan peran penting dalam pengendalian hama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

satwa liar
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top