Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ICT Forum Usulkan Tim Independen Selidiki Penyadapan

Indonesia ICT Forum mengusulkan membentuk tim independen guna menyelidiki kasus penyadapan yang diduga melibatkan dua operator.
Juli Etha Ramaida Manalu
Juli Etha Ramaida Manalu - Bisnis.com 21 Februari 2014  |  00:30 WIB
Melalui komisi I DPR RI, Indonesia ICT Forum juga meminta agar Menlu memberikan penjelasan terkait penyadapan yang dilakukan oleh Amerika dan Australia.  - bisnis.com
Melalui komisi I DPR RI, Indonesia ICT Forum juga meminta agar Menlu memberikan penjelasan terkait penyadapan yang dilakukan oleh Amerika dan Australia. - bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia ICT Forum mengusulkan membentuk  tim independen guna menyelidiki kasus penyadapan yang diduga melibatkan dua operator.

Menurut Teguh Prasetya, Ketua Dewan Pakar Indonesia ICT Forum, penyadapan yang dilakukan oleh Australia dan Amerika Serikat sama saja dengan merendahkan kedaulatan dan martabat bangsa Indonesia.

“Kami meminta agar Menteri Luar Negeri memanggil duta besar Australia dan Amerika, memprotes keras dan meminta pertanggungjawaban mereka,” katanya dalam siaran pers, Kamis (20/2/2014).

Melalui komisi I DPR RI, Indonesia ICT Forum juga meminta agar Menlu memberikan penjelasan terkait penyadapan yang dilakukan oleh Amerika dan Australia.

Pemerintah juga diminta melakukan langkah-langkah kongkrit lantaran penyadapan tersebut sangat merugikan. Masyarakat menjadi resah dan takut dalam berkomunikasi. Bahkan, muncul ajakan untuk berpindah ke operator lain yang tidak disadap oleh Amerika dan Australia.

Namun menurut Indonesia ICT Forum, tetap tidak ada jaminan jika berpindah, kemudian tidak disadap. Indonesia ICT Forum akan membentuk tim independen terdiri para ahli IT dan ahli forensik jaringan menyusul adanya indikasi bahwa pihak operator bekerjasama dengan dinas intelijen asing .

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sadap
Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top