INDUSTRI ANIMASI Tuntut Regulasi Jam Tayang Animasi Lokal

JAKARTA—Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) mendesak pemerintah membuat regulasi yang mengatur waktu tayang khusus bagi animasi lokal di televisi. 
Erly Rusiawati | 30 Desember 2012 14:22 WIB

JAKARTA—Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) mendesak pemerintah membuat regulasi yang mengatur waktu tayang khusus bagi animasi lokal di televisi. 

Ketua Ainaki Ardian Elkana mengatakan waktu tayang khusus animasi lokal di siaran televisi lokal di Indonesia bisa berdampak besar bagi pertumbuhan industri animasi dalam negeri. Dia memisalkan China yang memiliki waktu tayang khusus untuk animasi lokal di stasiun televisi lokal.

Pada 2007, waktu tayang ditetapkan 3 jam sehari. Dua tahun kemudian, ditingkatkan menjadi 3 jam saban hari. 

"Kita tidak perlu seperti China. Kita mulai 1 jam sehari saja. Dampaknya nanti studio animasi akan tumbuh," kata Ardian saat dihubungi Bisnis hari ini, Minggu (30/12/2012). 

Menurutnya, konten animasi buatan dalam negeri berkualitas baik. Dari sisi teknologi produksi pun tidak kalah dengan negara-negara maju. 

Hingga saat ini 30 perusahaan animasi tergabung dalam Ainaki. Catatan Ainaki, harga jual animasi berkualitas A yang sudah tingkat internasional lebih dari US$130.000 per episode. Kelas B sebesar US$50.000 dan kelas C US$25.000. 

Sementara, biaya pembuatan film animasi kelas menengah bisa mencapai US$3.000 per menit. Film animasi berkualitas tinggi bisa mencapai US$10.000 per menit. (sut)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup