Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DAYA SAING: Iptek Masih Tertinggal, Peringkat RI Merosot

JAKARTA-Kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia masih rendah terutama terkait dengan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana penelitian serta pengembangan.
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 18 Desember 2012  |  13:12 WIB

JAKARTA-Kinerja ilmu pengetahuan dan teknologi Indonesia masih rendah terutama terkait dengan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana penelitian serta pengembangan.

 

Hal itu menjadi salah satu penyebab tingkat daya saing RI mengalami penurunan signifikan.Berdasarkan survei World Economic Forum dalam Global Competitiveness Report 2012-2013, daya saing Indonesia RI berada pada peringkat ke-50 dari 144 negara, kini turun empat peringkat menjadi peringkat ke-46.

 

"Kondisi sarana prasarana iptek yang ada baik di LPNK Ristek, dan Balitbang kementerian lain maupun perguruan tinggi, saat ini perlu diperhatikan mengingat hal tersebut merupakan aset bagi iptek di Tanah Air,” kata Menteri Riset dan Teknologi Gusti Muhammad Hatta usai membuka Seminar Peningkatan Sarana dan Prasarana Iptek, hari ini (18/12).

 

Dia mengemukakan untuk meningkatkan daya saing iptek, diperlukan revitalisasi. Berdasarkan usulan rekapitulasi awal, pengadaan peralatan dari 15 balai yang sudah masuk diperkirakan memakan anggaran Rp314,7 juta untuk 114 unit peralatan.

 

Prof. Freddy Permana Zen, Deputi bidang Sumber Daya Iptek Kemenristek menambahkan usia alat-alat iptek itu ada yang sudah tua umurnya, sudah rusak, dan ada yang sama sekali tidak berfungsi. Ada juga yang dalam kondisi baik, tapi tidak berfungsi penuh.

 

“Hanya sekitar 50% yang bekerja optimal, sehingga kemampuan operasinya mulai menurun. Penggunaan alat tidak maksimal, bahkan teknologinya sudah ketinggalan,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan itu Kemenristek menyerahkan  Aircraf Model Internal Balance System untuk UPT Laboratorium Aero-Gasdinamika dan Getaran (LAGG) BPPT, Cell Glove Box Produksi I-131 untuk Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan). Juga Laboratory Crush Mill dan Eutech pH 6+ untuk Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Batan. (yus) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top