Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Android, si pintar yang paling digandrungi

LONDON: Ponsel pintar berbasis Google Android paling diminati oleh para pembeli handset baru.Survey yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar Nielsen menunjukkan bahwa dalam 3 bulan terakhir hingga Agustus, 56% warga Amerika yang membeli ponsel memilih
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 September 2011  |  13:52 WIB

LONDON: Ponsel pintar berbasis Google Android paling diminati oleh para pembeli handset baru.Survey yang dilakukan oleh perusahaan riset pasar Nielsen menunjukkan bahwa dalam 3 bulan terakhir hingga Agustus, 56% warga Amerika yang membeli ponsel memilih Android.Sementara itu, iPhone Apple yang menggunakan perangkat lunak iOS dipilih oleh 28 persen pembeli ponsel pintar.    Menurut Nielsen sebagaimana dilaporkan BBC, angka-angka tersebut dapat dengan cepat berubah jika Apple meluncurkan iPhone 5, diharapkan pada bulan depan.    Pakar Don Kellogg menulis di blog Nielsen bahwa pasar ponsel pintar secara keseluruhan sedang tumbuh karena semakin banyak orang memilih ponsel yang canggih tersebut daripada ponsel berfitur.    Kellog mengatakan di antara para pembeli ponsel pada beberapa bulan terakhir, 58 persen dari mereka memilih ponsel pintar. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada data dari Nielsen yang menunjukkan 43 persen dari seluruh pembeli ponsel sejak Agustus 2010.    Di antara para pelanggan ponsel pintar, Android Google merupakan platform yang paling disukai dengan jumlah pengguna 43 persen. Apple berada di urutan kedua dengan 28 persen pengguna, diikuti Blackberry di tempat ketiga dengan jumlah pengguna 18 persen.    Platform lain seperti Nokia, Microsoft, dan Samsung hanya mendapatkan bagian 11%.Kellogg menambahkan pangsa pasar ponsel pintar tersebut dapat berubah pada beberapa bulan kedepan menjelang Natal, khususnya ketika banyak orang mencari handset atau telepon genggam baru.    Rencana Apple untuk meluncurkan iPhone juga akan meningkatkan pengeluaran, walaupun harapan terhadap pertumbuhan harus disesuaikan dengan kenyataan bahwa banyak pelanggan tidak bersedia atau tidak mampu memutus kontrak sebelum kontrak mereka berakhir. (ea) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top