Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Operator WiMax akan modernisasi jaringan

JAKARTA: Operator pemenang tender broadband wireless access (BWA) WiMax segera melakukan modernisasi jaringan, untuk mengakomodir penggelaran layanan itu yang bersifat mobile (16e). GM Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengatakan dengan
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 12 September 2011  |  16:45 WIB

JAKARTA: Operator pemenang tender broadband wireless access (BWA) WiMax segera melakukan modernisasi jaringan, untuk mengakomodir penggelaran layanan itu yang bersifat mobile (16e). GM Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengatakan dengan izin penggelaran WiMax 16e yang telah diberikan pemerintah baru-baru ini, IM2 akan segera melakukan penyesuaian untuk dapat memberikan layanan tersebut. Tidak disebutkan secara rinci, tetapi penyesuaian tersebut diperkirakan tidak akan memakan biaya investasi terlalu besar, mengingat jaringan broadband yang sudah dimiliki tetap dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan dalam wilayah layanannya. “Indosat tetap menyerahkan penggelaran layanan itu kepada IM2 [sebagai pemenang tender], meski untuk layanan broadband telah diambil alih Indosat. Dengan adanya izin WiMax 16e, IM2 akan tetap menuju ke sana. Yang diperlukan hanya modernisasi jaringan sebagai penyesuaian,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Adapun, Djarot menuturkan operator pemenang tender WiMax diperkirakan tidak akan melakukan investasi besar-besaran untuk penggelaran layanan tersebut, mengingat proyeksi masuknya teknologi generasi keempat yaitu Long Term Evolution (LTE) sekitar dua tahun mendatang. Dalam hal ini, masuknya LTE dua tahun mendatang diperkirakan bakal menjadikan WiMax kurang diminati konsumen, mengingat kemampuannya yang lebih rendah, baik dari sisi kualitas maupun kapasitas. “Sebenarnya teknologi WiMax ini nanggung, karena LTE dua tahun lagi masuk. Kalau LTE masuk, semua akan beralih ke sana, dengan kemampuannya yang lebih tinggi untuk layanan data. Jadi mungkin investasi untuk pengembangan layanan ini tidak besar,” jelasnya. Sementara itu, pemenang tender WiMax lainnya, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) masih menunggu pengesahan izin penggelaran WiMax 16e oleh Kemenkominfo untuk melakukan pengembangan layanan itu. “Memang sudah dibolehkan, tapi kan belum resmi, belum ditandatangani. Kami akan menunggu itu dulu untuk menggelar 16e,” terang Dirut Telkom, Rinaldi Firmansyah kepada wartawan. Dia menambahkan hingga kini layanan WiMax Telkom yang telah berjalan tercatat pada frekuensi 3,3 GHz, sedangkan untuk frekuensi 2,3 GHz masih dalam proses uji coba.(api)     


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top