Bisnis Data Center Nvidia Melambung 4x Lipat, Kebutuhan AI Tinggi

Crysania Suhartanto
Minggu, 25 Februari 2024 | 13:21 WIB
Ilustrasi data center Nvidia/dok. Nvidia
Ilustrasi data center Nvidia/dok. Nvidia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penjualan Nvidia dari bisnis data center pada kuartal IV/2023 mencapai angka US$18,4 miliar atau Rp286,93 triliun. Angka ini meningkat 409% dari periode yang sama tahun sebelumnya, imbas kebutuhan server untuk AI yang makin tinggi.

Hal inipun berdampak pada pendapatan perusahaan yang meningkat 256% secara yoy menjadi US$22,1 miliar atau Rp344,63 triliun. Pencapaian inipun sudah melebihi target akhir tahun sebesar US$20,62 miliar (asumsi kurs Rp15.594/US$).

Secara keseluruhan, pendapatan Nvidia pada tahun fiskal 2023 adalah US$60,9 miliar atau Rp321,55 triliun. Angka ini naik 126% secara yoy. 

“Komputasi yang dipercepat dan AI generatif telah mencapai titik kritis. Permintaan meningkat di seluruh dunia di berbagai perusahaan, industri, dan negara,” kata pendiri dan CEO Nvidia Jensen Huang.

Ilustrasi data center modern dengan dukungan AI
Ilustrasi data center modern dengan dukungan AI

Dilansir dari Siliconangle, penjualan Nvidia memang jauh melesat selama tiga kuartal terakhir, terutama sejak chatbot AI ChatGPT sangat populer di pasar pada November 2022. Alhasil, saat ini Nvidia dapat dikatakan sebagai pemimpin pasar dalam industri perangkat AI.

Dalam satu tahun terakhir, lebih dari separuh penjualan perangkat dilakukan kepada penyedia infrastruktur cloud besar seperti Amazon Web Services Inc.

Selain itu, Nvidia juga mendapatkan permintaan besar untuk perangkat GPU dari induk perusahaan Google Alphabet Inc., Microsoft, startup AI generatif Anthropic PMC dan Cohere Inc.

Chief Financial Officer (CFO) Nvidia Colette Kress mengaku angka permintaan yang tinggi ini kerap membuat angka permintaan jauh di atas angka pasokan. Oleh karena itu, saat ini perusahaan masih berusaha keras untuk memenuhi semua pesanan pelanggannya. 

Kendati demikian, Kress memprediksi Nvidia di generasi teknologi selanjutnya justru akan mengalami keterbatasan pasokan karena angka permintaan yang makin tinggi, terlebih jika peraturan larangan penjualan ke China dicabut. 

Sebelumnya perusahaan Amerika dilarang untuk mengirimkan produknya ke China karena kekhawatiran teknologinya akan dipelajari dan diadopsi militer setempat. 

Sebagai informasi, sebelum AI merebak di dunia Nvidia juga menjual GPU untuk laptop, PC, dan konsol. Adapun divisi inilah yang sempat menjadi penghasil pendapatan terbesar bagi perusahaan.

Menariknya, divisi ini sampai saat ini juga masih sukses. Pendapatan mereka naik 565% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Alhasil, pendapatan divisi ini parkir di posisi US$2,87 miliar, atau sekitar Rp44,75 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper