Meta, Induk Facebook Didenda Rp4,3 Triliun, Apa Penyebabnya?

Khadijah Shahnaz Fitra
Rabu, 30 November 2022 | 09:23 WIB
Cara download video di Facebook
Cara download video di Facebook
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meta, induk dari Facebook, Instagram dan Whatsapps akan didenda US$276 atau Rp4,3 triliun akibat adanya data pribadi pengguna Meta yang bocor di forum peretasan online.

Dilansir dari FoxBusiness, Rabu (30/1/2022) Komisi Perlindungan Data (DPC) Irlandia mengatakan Platform Meta gagal melindungi data pengguna serta melanggar bagian dari Peraturan Perlindungan Data Umum UE yang ketat.

Investigasi dibuka tahun lalu, April 2021 menyusul laporan bahwa data lebih dari 533 juta pengguna, termasuk nama, ID Facebook, nomor telepon, lokasi, tanggal lahir, dan alamat email untuk orang-orang dari lebih dari 100 negara ditemukan "dibuang" secara online.

Meta mengatakan data yang telah bocor di forum online ini, tidak diretas melainkan didapatkan dari Facebook dengan menggunakan alat yang dirancang untuk membantu orang menemukan teman mereka melalui nomor telepon menggunakan fitur pencarian dan impor kontak. Meta juga mengatakan akan "bekerja sama sepenuhnya" dengan penyelidikan ini.

"Kami membuat perubahan pada sistem kami selama waktu yang dimaksud, termasuk menghilangkan kemampuan untuk mengikis fitur kami dengan cara ini menggunakan nomor telepon. Pengikisan data yang tidak sah tidak dapat diterima dan melanggar aturan kami," ujar Meta.

Bersamaan dengan denda, Meta juga dikenakan teguran dan perintah. Perusahaan diminta untuk memproses sesuai dengan serangkaian tindakan perbaikan yang ditentukan dalam jangka waktu tertentu.

Pada September pun, DPC telah mendenda Instagram akibat "penanganan data" yang tidak sesuai untuk remaja dan tahun lalu DPC mendenda WhatsApps karena melanggar aturan berbagi data orang dengan perusahaan Meta lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper