Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Mengenal Sejarah Alat Komunikasi Tradisional Beserta Contohnya

Simak penjelasan lengkap beberapa alat komunikasi tradisional ini digunakan pada zaman dahulu.
Hana Fathina
Hana Fathina - Bisnis.com 29 Oktober 2022  |  14:19 WIB
Mengenal Sejarah Alat Komunikasi Tradisional Beserta Contohnya
Jenis-jenis alat komunikasi tradisional - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Alat komunikasi tradisional adalah proses penyampaian pesan dari pihak satu ke pihak lain dengan menggunakan media tradisional. Di Indonesia, komunikasi tradisional ini menjadi bagian dari tradisi, upacara keagamaan, peraturan dan sistem yang berlaku di masyarakat. 

Perbedaan alat komunikasi tradisional dengan modern terletak di jumlah audiens yang menerima pesan dari alat komunikasi. Pada komunikasi modern, audiens dapat berpartisipasi dalam konten media. Sedangkan media massa tradisional memiliki keterbatasan dalam pengiriman pesan dan juga jumlah audiens yang menerima pesan tersebut. 

Berikut ini adalah beberapa penjelasan tentang alat musik tradisional yang sudah dilansir dari berbagai sumber:

1. Sejarah alat musik tradisional

Alat komunikasi tradisional ini diciptakan untuk memenuhi keperluan manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Para ahli mengemukakan bahwa komunikasi dimulai Ketika manusia hadir di bumi sebagai upaya untuk memenuhi segala macam kebutuhannya. 

Awalnya, komunikasi hanya dapat dilangsungkan dengan cara bertatap muka. Akan tetapi, komunikasi tatap muka memiliki banyak kelemahan dan tidak mampu menunjang kelangsungan hidup manusia yang semakin kompleks. Inovasi pun terus dilakukan hingga terciptanya alat komunikasi tradisional. 

Pada perkembangannya, alat komunikasi tradisional berkaitan erat dengan letak adat istiadat suku setempat, geografis hingga peradaban. Di Indonesia sendiri, beberapa alat komunikasi tradisional tetap lestari digunakan oleh masyarakat desa yang masih kental dengan kearifan lokal. 

2. Contoh alat komunikasi tradisional

  • Asap 
    Asap pernah dimanfaatkan oleh leluhur sebagai alat komunikasi tradisional. Asap ini digunakan oleh masyarakat di Amerika, Suku Indian, bangsa Yunani dan juga para tentara pada zaman Cina Kuno. Gumpalan asap yang bentuknya unik merupakan penanda dengan makna tertentu yang hanya dipahami oleh kedua belah pihak, baik pengirim maupun penerima pesan. 

Sayangnya, asap sebagai alat komunikasi tradisional tidak bertahan lama karena memiliki banyak kelemahan. Salah satunya sifat asap yang tidak bertahan lama sementara penerima harus terus menerus mengingat kode yang dikirimkan. 

  • Beduk 
    Beduk terbuat dari kulit lembu atau sapi. Beduk masih sering ditemukan di halaman depan masjid karena fungsinya sebagai alarm sholat meskipun sudah tergeser dengan pengeras suara. 

Meskipun identik dengan kaum muslim,  tetapi beduk sebenarnya sudah digunakan oleh manusia pra sejarah atau tepatnya sejak zaman perunggu. Salah satu peninggalan pada masa itu adalah nekara yang dipercaya sebagai awal mula beduk. Nekara yang terbuat dari perunggu ini digunakan Ketika upacara religius. 

  • Burung Merpati 
    Burung merpati sangat diandalkan sebagai alat komunikasi tradisional. Salah satu unggas yang dikatakan cerdas ini memiliki daya ingat yang tajam, kemampuan navigasi yang baik hingga kecakapan untuk kembali lagi ke sangkar asalnya meskipun sudah menempuh perjalanan Panjang. 

Burung merpati bertindak sebagai juru kunci yang menyelamatkan sekaligus mematikan. Sebagai tukang pos, burung merpati bertugas untuk mengantarkan pesan, misi atau strategi rahasia dalam bentuk surat kepada penerima. 

  • Daun Lontar 
    Daun lontar berfungsi untuk mencatat informasi. Daun lontar perlu dikeringkan terlebih dahulu sebelum dibubuhkan goresan tangan. Masa daun lontar jatuh memang lebih ringan dibandingkan batu, tetapi ketahanannya tidak keras seperti batu. 
  • Telepon kaleng 
    Telepon kaleng sering dijadikan percobaan fisika sederhana tentang proses penghantaran bunyi. Alat komunikasi yang satu ini membutuhkan dua kaleng yang dihubungkan pada bagian bawah dengan benang yang berukuran 5-10 meter. 

Pengirim pesan hanya perlu berbicara melalui satu sisi kaleng yang terbuka, sementara penerima pesan harus mendekatkan sisi kaleng lain yang terbuka ke telinga. 

  • Surat 
    Surat mulai mengenal atau memuat informasi dalam huruf abjad yang biasanya ditulis atau dicetak diatas selembar kertas dan dikirim melalui pos. surat tradisional membutuhkan stempel pos dengan keterangan harga atau dikenal dengan prangko. Surat sudah digantikan dengan media yang lebih efisien yaitu surat elektronik atau email. 
  • Lonceng 
    Lonceng berbentuk seperti cangkir berongga yang terbalik dan berbahan dasar logam. Pada bagian yang berongga terdapat bandul yang menggantung sehingga bunyi akan dihasilkan dari benturan dua logam yaitu bandul dan badan lonceng. Sama seperti kentungan, lonceng digunakan sebagai penanda waktu atau untuk menggambarkan sesuatu. Selain itu, lonceng juga ditemui di beberapa tempat ibadah untuk ritual keagamaan seperti di vihara, klenteng dan juga gereja. 


Itulah beberapa hal tentang alat komunikasi tradisional yang perlu kamu ketahui. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komunikasi tradisional informasi edukasi
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top