Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Sarana Menara Nusantara (TOWR) Rp1,69 Triliun di Semester I/2022

PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) pada semester I/2022 mencatatkan laba bersih senilai Rp1,69 triliun.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 14 September 2022  |  08:21 WIB
Laba Sarana Menara Nusantara (TOWR) Rp1,69 Triliun di Semester I/2022
Halaman muka Laporan Tahunan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. 2017. - ptsmn.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR)  pada semester I/2022 mencatatkan laba bersih senilai Rp1,69 triliun atau 0,1 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Presiden Direktur SMN, Protelindo dan iForte Aming Santoso mengatakan saat ini SMN Group telah memiliki lebih dari 29.200 tower dengan lebih dari 54.700 tenant, lebih dari 109.000 km sambungan fiber optik yang menghasilkan penghasilan dan lebih dari 13.300 aktivasi connectivity.

Penghasilan usaha selama semester I/2022 mencapai Rp5,3 triliun, meningkat 33,9 persen dari Rp3,97 triliun di tahun sebelumnya. 

EBITDA mencapai Rp 4,57 triliun, meningkat 34,1 persen dari Rp 3,4 triliun di tahun sebelumnya dan laba bersih mencapai Rp1,69 triliun, meningkat 0,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Masing-masing segmen bisnis SMN menunjukkan pertumbuhan yang baik. Penghasilan dari segmen tower pada semester I/2022 mencapai Rp4,28 triliun atau tumbuh 30,7 persen dari tahun sebelumnya," ujar Aming dalam keterangan resmi, Selasa (13/9/2022) 

Belanja modal selama semester I/2022 pun mencapai Rp1,57 triliun, sedangkan alokasi untuk tahun 2022 adalah sekitar Rp4 triliun.

Pencapaian Revenue dan EBITDA untuk tahun 2022 juga diperkirakan cukup baik di sekitar target Rp10,5 triliun dan Rp9 triliun seperti disampaikan sebelumnya.

Adapun, penghasilan dari segmen Tower Fiber mencapai Rp479,6 miliar atau tumbuh 83,5 persen dan penghasilan dari segmen Connectivity mencapai Rp555,3 miliar atau tumbuh 27,9 persen.

Pencapaian ini berasal dari pertumbuhan bisnis secara organik maupun in-organik. Pertumbuhan organik didukung oleh perkembangan industri telekomunikasi di mana para operator membutuhkan semakin banyak tower dan jaringan fiber optik untuk meningkatkan kualitas pelayanan mereka.

Sementara itu, pertumbuhan in-organik berasal dari transaksi akuisisi tower yang telah dilaksanakan pada awal tahun ini. Aming mengatakan SMN Group yang terdiri dari Protelindo, iForte dan STP siap untuk memenuhi dan mendukung kebutuhan infrastruktur industri telekomunikasi di Indonesia yang terus berkembang melalui pembangunan tower dan jaringan fiber optik untuk meningkatkan kualitas jaringan 4G nasional di Indonesia.

SMN Group pun memprediksikan tren kebutuhan infrastruktur akan terus meningkat, hal ini terlihat dari tingginya pertumbuhan jaringan fiber optik dan bisnis connectivity di tahun ini yang seluruhnya berasal dari pertumbuhan organik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sarana menara nusantara iforte towr
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top