Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Cegah Kejahatan Siber Buat Microsoft Office Versi Lama

Berikut tips bagi pengguna Microsoft Office versi lama untuk cegah kejahatan siber.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 18 Agustus 2022  |  11:41 WIB
Tips Cegah Kejahatan Siber Buat Microsoft Office Versi Lama
Ilustrasi penggunaan Microsoft Office. - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kaspersky memberikan tips untuk menjegah kejahatan siber bagi pengguna Microsoft Office versi lama.

Kaspersky menyebut Microsoft Office versi lama tetap jadi target utama penyerang siber. Kejahatan dunia maya tersebut bahkan memengaruhi hampir 547.000 pengguna.

Dalam laporannya, Kaspersky menyebut pada kuartal II/2022, jumlah eksploitasi untuk kerentanan di suite Microsoft Office meningkat hingga 82 persen dari total jumlah eksploitasi di berbagai platform dan perangkat lunak, seperti Adobe Flash, Android, Java, dan lainnya.

Namun jangan khawatir, bagi pengguna yang masih menggunakan aplikasi Microsoft Office versi lama, analis malware di Kaspersky Alexander Kolesnikov membagikan sejumlah rekomendasi yang bisa dilakukan agar terhindar dari ancaman penjahat siber.

Tips Cegah Kejahatan Siber Buat Pengguna Microsoft Office Versi Lama:

  • Beri tim SOC (Security operations center) akses ke intelijen ancaman (TI) terbaru. Contohnya, Portal Intelijen Ancaman Kaspersky, satu titik akses untuk TI perusahaan yang menyediakan data dan wawasan serangan siber yang dikumpulkan selama 20 tahun terakhir
  • Menerima informasi yang relevan dan terkini tentang ancaman yang harus diperhatikan dan TTP yang digunakan oleh penyerang
  • Disarankan untuk menggunakan solusi keamanan tambahan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

microsoft kejahatan siber kaspersky
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top