Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Komet Sepanjang 17 Kilometer Meluncur Dekati Bumi Pekan Depan

Komet, yang dikenal sebagai C/2017 K2 (PANSTARRS) atau K2, telah menempuh perjalanan hingga tiga juta tahun dari awan Oort yang jauh di tepi tata surya.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 05 Juli 2022  |  13:21 WIB
Komet Sepanjang 17 Kilometer Meluncur Dekati Bumi Pekan Depan
Penampakan komet

Bisnis.com, JAKARTA - Potongan komet selebar 11 mil atau sekitar 17 kilometer yang merupakan komet aktif terjauh yang pernah terlihat di tata surya kita akan meluncur menuju Bumi dan akan membuat lintasan terdekatnya minggu depan.

Komet, yang dikenal sebagai C/2017 K2 (PANSTARRS) atau K2, telah menempuh perjalanan hingga tiga juta tahun dari awan Oort yang jauh di tepi tata surya.

Terlihat pada 2017 oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble, dia akan melakukan pendekatan terdekatnya ke planet Bumi pada 14 Juli dan pendekatan terdekat ke Matahari pada Desember ini.

Komet tersebut, telah melakukan perjalanan selama jutaan tahun dari rumahnya di bagian luar tata surya yang dingin, di mana suhunya sekitar -262C.

Orbit komet menunjukkan bahwa komet itu berasal dari Awan Oort, wilayah berbentuk bola dengan diameter hampir satu tahun cahaya dan diperkirakan berisi ratusan miliar komet.

Komet adalah sisa es dari pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun yang lalu dan karenanya murni dalam komposisi es.

Ketika terlihat pada tahun 2017, David Jewitt dari University of California, Los Angeles berkata,

K2 begitu jauh dari Matahari dan sangat dingin, yang membuatnya terlihat seperti komet yang berbeda dengan komet lain.

“Kami pikir aktivitas ini disebabkan oleh sublimasi [padatan yang berubah langsung menjadi gas] super-volatil saat K2 masuk untuk pertama kalinya ke zona planet tata surya. Itulah mengapa itu istimewa. Komet ini sangat jauh dan sangat dingin sehingga air es di sana membeku seperti batu."

Jika Anda ingin menyaksikannya, maka harus memakai teleskop.

Duta tata surya NASA Eddie Irrizary mengatakan meskipun komet itu berukuran besar, akan tetap menjadi objek yang butuh teleskop untuk melihatnya, karena akan melewati dengan jarak sekitar 168 juta mil dari Bumi.

“Seharusnya cerah hingga magnitudo 8 atau bahkan 7, masih terlalu redup untuk mata telanjang. Tetapi Anda dapat dengan mudah melihat objek sebesar ini di teleskop kecil. Semakin gelap langit, semakin baik kontrasnya.” paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Komet tata surya
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top