Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi & Elon Musk Bahas Teknologi, Begini Saran Pengamat

Pengamat memberikan catatan yang harus diperhatikan apabila Indonesia ingin bekerja sama dengan Elon Musk.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 16 Mei 2022  |  18:52 WIB
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara beserta rombongan telah tiba di Tanah Air dari kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (16/5/2022) pukul 05.00 WIB. - Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Ibu Negara beserta rombongan telah tiba di Tanah Air dari kunjungan ke Amerika Serikat (AS) pada Senin (16/5/2022) pukul 05.00 WIB. - Instagram @jokowi

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo atau Jokowi baru-baru ini bertemu langsung dengan Elon Musk di Amerika Serikat untuk mendiskusikan kerja sama yang akan datang mulai dari investasi hingga teknologi.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bos Tesla tersebut memang sedari awal ingin menghadirkan Starlink, layanan internet satelit milik SpaceX yang juga perusahaan besutan Elon Musk di Tanah Air.

"Kalau Elon Musk kan maunya Starlink juga memberikan layanan di Indonesia. Sebab Indonesia kan pasar yang besar bagi mereka," kata Heru, Senin (16/5/2022).

Namun menurutnya, bila pemerintah ingin menjalin kerja sama dengan salah satu orang terkaya dunia itu, dan salah satu kerja samanya terkait dengan layanan Starlink, hendaknya tetap mengikuti aturan yang ada.

Bahkan, Heru berharap rencana keduanya dapat mengikutsertakan perusahaan lokal dan bersifat resiprokal atau saling menguntungkan bagi kedua negara.

"Sesuai aturan saja, [kerja samanya] harus gandeng lokal dan resiprokal landing right atau hak labuh dengan Pemerintah Amerika Serikat. Sebab, kalau satelit harus Goverment to Goverment [G to G]," ucap Heru.

Sementara itu, dikutip dari The Verge, Senin (16/5/2022), Starlink sendiri saat ini sudah tersedia di 32 negara. Dari peta ketersediaan yang ada di situs resmi Starlink, terlihat tiga warna biru berbeda yang menandai area di mana layanan Starlink sudah 'tersedia', masuk dalam 'daftar tunggu', dan 'segera hadir'.

Area yang sudah ditandai sebagai 'tersedia' dan dalam 'daftar tunggu' sebagian besar berada di Amerika Utara, Eropa, Amerika Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Sementara itu, kawasan lainnya seperti sebagian besar Amerika Selatan, Afrika, dan Asia (termasuk Indonesia) masih ditandai 'segera hadir'. Starlink mengatakan area yang masuk kategori ini masih menunggu ketersediaan jaringan atau persetujuan dari regulator.

SpaceX secara perlahan mulai memperluas layanan Starlink di seluruh dunia sejak menyelesaikan uji coba beta akhir tahun lalu. Untuk mempercepat perluasan jaringan, perusahaan besutan Elon Musk ini bahkan mengebut peluncuran satelit di tahun ini.

Sejauh ini sudah ada 2.500 satelit Starlink yang mengudara dan mereka menargetkan 30.000 satelit untuk generasi selanjutnya. Hingga Mei 2022, 12 dari 19 misi peluncuran SpaceX ke luar angkasa bertujuan untuk mengantarkan satelit Starlink.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi presiden Tesla Motors elon musk SpaceX
Editor : M. Nurhadi Pratomo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top