Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jurus Kemenkominfo Kembangkan Potensi Talenta Digital Indonesia

Kemenkominfo menyiapkan jurus untuk mengembangkan potensi talenta digital Indonesia.
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 05 April 2022  |  07:42 WIB
Disiapkan juga masa magang setelah peserta selesai mengikuti program DTS.  - digitalent.kominfo.go.id
Disiapkan juga masa magang setelah peserta selesai mengikuti program DTS. - digitalent.kominfo.go.id

Bisnis.com, JAKARTA - Dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki talenta digital nasional, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyiapkan berbagai program stimulus pengembangan kompetensi yang dilakukan melalui pendekatan komprehensif.

Juru Bicara Kemenkominfo Dedy Permadi mengatakan pendekatan komprehensif tersebut mencakup tiga tingkat kecakapan yaitu level dasar, level menengah, dan level lanjutan.

"Tingkat basic atau basic digital skill melalui program Gerakan Nasional Literasi Digital [GNLD] Siberkreasi. Pada tingkat intermediate atau pelatihan tingkat menengah melalui program Digital Talent Scholarship [DTS] dan untuk stimulis pelatihan kecakapan digital tingkat lanjutan atau advance, melalui program Digital Leadership Academy yang bertujuan meningkatkan kecakapan digital bagi C-level atau pimpinan sektor privat maupun pemerintahan," ujar Dedy dalam siaran pers, Selasa (5/4/2022).

Menurutnya, dunia bisnis saat ini mengalami fenomena organisasi eksponensial. Sebuah perusahaan menerapkan tiga prinsip, antara lain memaksimalkan pemanfaatan teknologi, efisiensi jumlah karyawan, dan mempekerjakan karyawan yang memiliki kecerdasan digital.

Menurut Laporan The Future Jobs dari WEF atau Forum Ekonomi Dunia, sambung Dedy, pada 2025, terdapat 43 persen pelaku industri yang terindikasi akan melakukan reduksi jumlah tenaga kerja sebagai konsekuensi dari pilihan integrasi teknologi.

"Tidak hanya itu, diproyeksikan pula akan terdapat 85 juta pekerjaan lama yang mungkin akan hilang dan 90 juta pekerjaan baru yang mungkin muncul akibat pembagian kerja antara manusia, mesin, dan algoritma," ucapnya.

Melihat hal itu, Dedy menilai masyarakat harus terus didorong untuk membekali diri dengan berbagai skillset yang semakin dibutuhkan di era transformasi digital.

Selain itu, lanjut dia, mengingat karakteristik dunia digital yang makin kompleks, dinamis, serta berkembang dengan sangat cepat, talenta digital Indonesia diharapkan tidak hanya unggul dalam hal keterampilan teknis atau hard skill, tetapi juga cakap keterampilan nonteknis atau soft skill.

"Survei East Ventures Digital Competitiveness Index tahun 2022 menunjukkan bahwa 95,8 persen perusahaan digital di Indonesia menganggap kemampuan digital merupakan salah satu komponen penting dalam proses seleksi calon tenaga kerja. Namun demikian, 56,3 persen perusahaan digital saat ini masih merasa kesulitan untuk mencari tenaga kerja dengan kemampuan digital. Mereka menilai kandidat tenaga kerja di Indonesia masih memiliki kelemahan terkait kemampuan digitalnya," imbuh Dedy.

Dia menambahkan, penerapan literasi dan kecakapan digital oleh tenaga kerja Indonesia saat ini masih terbilang rendah. Amazon Web Services dan AlphaBeta dalam studi Digital Skills Research Report 2021 menemukan bahwa ada 19 persen tenaga kerja Indonesia yang mengaplikasikan literasi digital level dasar, dan hanya 6 persen tenaga Indonesia atau tenaga kerja Indonesia yang mengaplikasikan kecakapan digital teknis atau menengah.

Sementara itu, riset AlphaBeta pada 2020 menunjukan apabila Indonesia melakukan intensifikasi peningkatan keterampilan digital, maka tenaga kerja yang memiliki keterampilan digital akan memberikan kontribusi sebesar Rp4.434 triliun terhadap PDB Indonesia di 2030.

"Nilai yang sangat fantastis, nominal ini meningkat lebih dari dua kali lipat dari proyeksi awal jika tidak dilakukan intensifikasi peningkatan keterampilan yaitu lebih dari Rp1.900 triliun. Artinya ada gap yang cukup besar antara kebijakan tanpa intensifikasi dan kebijakan dengan intensifikasi," tutup Dedy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kominfo kemenkominfo talenta digital
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top