Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warna Hitam di Aplikasi Peduli Lindungi Otomatis Hilang, jika...

Pasien positif Covid-19 akan mendapatkan status warna hitam pada aplikasi Peduli Lindungi. Namun, status tersebut akan hilang atau berubah otomatis pasca-yang bersangkutan isolasi mandiri (isoman).
Rahmi Yati
Rahmi Yati - Bisnis.com 19 Februari 2022  |  12:02 WIB
Ilustrasi tampilan aplikasi PeduliLindungi di ponsel.  - Bisnis/Rio Sandy Pradana
Ilustrasi tampilan aplikasi PeduliLindungi di ponsel. - Bisnis/Rio Sandy Pradana

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 akan mendapatkan status warna hitam pada aplikasi Peduli Lindungi. Namun, status tersebut akan hilang atau berubah otomatis pasca-yang bersangkutan isolasi mandiri (isoman).

Dikutip dari laman Instagram Kementerian Komunikasi dan Informatika @Kemenkominfo, Sabtu (19/2/2022), bahwa status hitam tersebut akan hilang jika saat tes PCR yang berturut-turut pada H+5 dan H+6 setelah mendapatkan hasil positif (hari H) menunjukkan hasil negatif. Atau tanpa tes ulang, status hitam otomatis selesai pada H+10.

Sementara itu, aplikasi Peduli Lindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran virus Covid-19.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

Dilansir dari laman resmi Peduli Lindungi, pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara itu, aplikasi PeduliLindungi juga memiliki status dengan warna yang berbeda. Ini bergantung pada keadaan pengguna sebagai kasus konfirmasi atau kontak erat.

Saat melakukan pemindaian QR Code di tempat umum, status warna inilah yang akan menentukan apakah seseorang bisa pergi ke tempat umum atau tidak.

Kementerian Kesehatan juga telah memperbarui algoritma aplikasi terkait status warna Kasus Konfirmasi dan Kontak Erat per 14 Februari 2021.

Pertama jika aplikasi menunjukkan status Hijau, artinya pengguna bisa bepergian ke tempat umum. Alasannya karena orang tersebut telah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap sesuai dengan jenis vaksin yang diterima.

Selain itu yang bersangkutan bukan pasien Covid-19 atau kontak erat. Hasil tes antigen (1x24 jam) atau PCR (3x24 jam) negatif dan telah melakukan vaksinasi satu kali dan sembuh dari Covid-19 selama kurang dari 90 hari.

Kedua jika aplikasi menunjukkan warna kuning, yang bersangkutan juga masih diberbolehkan bepergian ke tempat umum. Kriteria seseorang ada dalam status kuning adalah baru vaksinasi satu kali atau belum lengkap. Bukan pasien Covid-19 atau kontak erat. Belum vaksinasi, namun telah sembuh dari Covid-19 kurang dari 90 hari.

Selanjutnya warna merah. Apabila status dalam aplikasi menunjukkan merah, maka pengguna tidak bisa bepergian ke tempat umum. Penyebabnya karena belum vaksinasi Covid-19.

Jika pengguna sudah divaksinasi namun status masih berwarna merah, pastikan data identitas yakni NIK atau nomor paspor dan nama di profil PeduliLindungi telah sesuai dengan sertifikat vaksin.

Terkahir warna hitam. Jika pengguna mendapatkan status Hitam artinya tidak bisa bepergian ke tempat umum. Salah satunya karena positif Covid-19 kurang dari 10 hari, riwayat kontak dengan kasus positif kurang dari 10 hari, dan baru datang dari luar negeri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Pedulilindungi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
To top