Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Smartfren Bakal Akuisisi DANA, Pengamat: Pintu Masuk Ekosistem Digital

Rencana PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengakusisi dompet digital DANA dinilai menjadi langkah yang tepat untuk merambah ekosistem digital.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 31 Januari 2022  |  21:07 WIB
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar
Pelanggan menunggu pelayanan di gerai Smartfren, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (5/1/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengamat menyebut rencana PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) mengakusisi dompet digital DANA bakal menjadi pintu masuk untuk merambah ekosistem digital dan tetap relevan menghadapi persaingan bisnis telekomunikasi.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia ITB Ian Yosef M. Edward, akuisisi dompet digital Dana oleh PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN), merupakan upaya untuk tetap relevan dan mampu bersaing di bisnis telekomunikasi.

"Menurut saya ini bagian dari kompetisi dan upaya operator seluler untuk masuk ke ekosistem digital dengan konsep one stop service," ujarnya, Senin (31/1/2022).

Ian menjelaskan keberadaan tekfin akan melengkapi layanan operator seluler yang sudah ada atau pintu masuk menuju layanan baru. Salah satu layanan yang dapat didukung dengan keberadaan dompet digital adalah layanan berlangganan internet, video, maupun televisi.

Menurutnya, keberadaan DANA juga dapat menjadikan Smartfren serta jejaring bisnisnya sebagai pengelola jasa keuangan yang besar serta didukung oleh layanan yang memadai.

"Manfaat lain dengan akuisisi ini tentu dana segar yang didapat dan Smartfren bisa memulai membangun ekosistem digital karena pengguna DANA sudah banyak," ujarnya.

Koordinator Pusat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dianta Sebayang mengatakan langkah Smartfren sudah tepat karena akusisi tersebut lebih menguntungkan dibandingkan dengan investasi di infrastruktur jaringan telekomunikasi.

"Ini langkah yang bagus menurut saya, dengan investasi di tekfin yang sudah besar, Smartfren akan lebih cepat memperoleh keuntungan yang ditargetkan," ujarnya.

Selain itu, menurutnya, DANA juga akan makin kuat dengan akusisi tersebut dan mampu bersaing dengan dompet digital lain seperti OVO , Shopee Pay, dan GoPay. Di luar itu, DANA juga bisa masuk ke ekosistem perusahaan induk Smartfren yaitu Sinarmas.

Senada dengan Dianta, Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi menyebut upaya akuisisi tersebut merupakan bagian dari strategi Sinarmas untuk memperluas ekosistem bisnisnya.

"Secara bisnis telekomunikasi mereka saat ini berada di posisi buncit, sehingga perlu upaya tambahan untuk perkuat posisi. Meski secara bisnis telekomunikasi, tidak akan mengerek posisinya, hanya mungkin memperkuat ekosistem, melebarkan usaha dan menambah pendapatan dari pembayaran bukan dari core telekomunikasi," ujarnya

Menurut Heru, beberapa operator telekomunikasi saat ini juga mulai masuk ke bisnis tekfin, walaupun dinilai sudah terlambat. "Padahal, sekitar 2010, banyak yang sudah terjun ke payment, tetapi salah strategi dan terlalu dini," katanya.

Sebelumnya, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) akhirnya buka suara terkait kabar yang menyebutkan rencana akuisisi layanan dompet digital, DANA.

Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys mengatakan dalam aksi korporasi tersebut, rencananya Smartfren tidak hanya mengambil DANA atau DANA tidak berdiri sendiri. Ada hal-hal yang saling berhubungan dengan strategi bisnis Smartfren dalam akuisisi tersebut.  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartfren akusisi dompet digital
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top