Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Data Bank Indonesia Disebut Diretas, Ini Profil Conti Ransomware

Informasi peretasan data Bank Indonesia diunggah oleh akun twitter @darktracer_int merupakan salah satu platform intelijen website.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 21 Januari 2022  |  14:34 WIB
Data Bank Indonesia Disebut Diretas, Ini Profil Conti Ransomware
Ilustrasi - youtube
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Serangan ransomware kembali menyerang Indonesia. Kali ini Conti Ransomware mengumumkan bahwa Bank Indonesia (BI) masuk dalam daftar korbannya.

Dilansir dari Antara, informasi peretasan data BI diunggah oleh akun twitter @darktracer_int merupakan salah satu platform intelijen website.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan peringatan bahwa geng Conti Ransomware mengumumkan “Bank Indonesia” masuk dalam daftar korban.

“[ALERT] Conti ransomware gang has announced “BANK OF INDONESIA” on the victim list',” cuit akun tersebut.

Mengutip keterangan resmi Kasperksy, Jumat (21/1/2022), Conti Ransomware muncul pada akhir 2019 dan sangat aktif sepanjang 2020. Serangan kelompok ini menyumbang lebih dari 13 persen dari seluruh korban ransomware selama periode ini.

Grup ransomware ini tidak hanya mengenkripsi, tetapi juga mengirim salinan file dari sistem yang diretas ke operator ransomware. Aktor di belakangnya kemudian mengancam untuk mempublikasikan informasi secara online jika korban tidak mau memenuhi tuntutan mereka.

Salah satu serangan mereka yang cukup besar adalah peretasan sebuah sekolah di Amerika Serikat yang diikuti dengan permintaan tebusan US$40 miliar.

General Manager of Southeast Asia Kaspersky Yeo Siang Tiong mengatakan para pelaku kejahatan siber ransomware telah menyempurnakan persenjataan mereka dengan fokus lebih sedikit kepada serangan terhadap organisasi berskala besar.

Faktanya, selama 11 bulan pertama tahun lalu, persentase permintaan Incident Response (IR) dari Kaspersky yang diproses oleh tim GERT Kaspersky telah mencapai 46,7 persen. Angka ini melonjak dari 37,9 persen pada 2020 dan 34 persen pada 2019.

Menurutnya, target yang paling umum serangan ransomware adalah sektor pemerintahan dan industry. Serangan terhadap kedua sektor tersebut mencapai 50 persen dari semua permintaan IR dan semuanya terkait dengan ransomware pada 2021. Target populer lainnya termasuk TI dan lembaga keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia kaspersky serangan siber
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

back to top To top