Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menilik Perjalanan LinkAja pada 2021, Dompet Digital Besutan BUMN

Pada 2021, LinkAja terus berkembang, dengan pertumbuhan platform yang mencapai 14 kali dalam kurun waktu 2 tahun lebih sejak didirikan.
Ahmad Thovan Sugandi
Ahmad Thovan Sugandi - Bisnis.com 14 Januari 2022  |  03:00 WIB
Menilik Perjalanan LinkAja pada 2021, Dompet Digital Besutan BUMN
Sales Promotion Girl (SPG) menunjukkan aplikasi LinkAja di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang 2021, LinkAja (PT Fintek Karya Nusantara) mengaku sukses meraih beberapa capaian, termasuk menduduki urutan ketiga sebagai dompet digital yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Chief Operating Officer LinkAja Widjayanto menyebut, 2021 menjadi tahun yang cukup penting bagi LinkAja untuk melakukan ekspansi ke berbagai ranah layanan yang dapat dihadirkan guna mengakselerasi inklusi keuangan di Indonesia.

"Kami melihat pertumbuhan yang cukup sehat pada tahun ini, sejalan dengan berbagai misi edukasi kami, baik kepada masyarakat maupun pelaku UMKM," ujarnya, Kamis (13/1/2022).

Pada 2021, dia menjelaskan, LinkAja terus berkembang, dengan pertumbuhan platform yang mencapai 14 kali dalam kurun waktu 2 tahun lebih sejak didirikan dan pertumbuhan rata-rata pengguna aktif sebesar 20 persen dibandingkan dengan tahun 2020.

Menurutnya LinkAja turut hadir secara offline di berbagai titik yang memungkinkan LinkAja menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini belum terakses dengan layanan keuangan digital. Seperti layanan Cash In Cash Out dengan jumlah lebih dari 1,3 juta titik yang bekerja sama dengan berbagai mitra dan memiliki penetrasi kuat di berbagai daerah.

"LinkAja dapat diakses dilebih dari 13.000 e-commerce seluruh Indonesia seperti Tokopedia, Bukalapak, BliBli, dan lain sebagainya," ujarnya.

Widjayanto mengatakan, LinkAja memiliki payment ecosystem lengkap dan memiliki kemitraan strategis yang mendukung hadirnya pelayanan menyeluruh. Mitra strategis LinkAja meliputi Kementerian dan Lembaga Negara, Pemerintah Daerah, serta berbagai perusahaan

BUMN dan swasta.

LinkAja juga, menurut Widjayanto, memiliki channel setor tunai tarik tunai yang paling luas hingga ke pelosok. Dengan itu LinkAja mampu melakukan digitalisasi transaksi ke ratusan ribu UMKM di ekosistem pemegang saham dan mitra strategis.

Salah satunya, dia melanjutkan, adalah digitalisasi transaksi ke lebih dari 20 ribu mitra toko kelontong Sampoerna Retail Community (SRC) dan digitaliaaai transaksi ke lebih dari 380 ribu mitra DigiPOS dan memberikan pembiayaan secara terbatas ke beberapa Mitra DigiPOS tersebut.

Pada Maret 2021, dia melanjutkan, PT Dompet Karya Anak Bangsa resmi terdaftar sebagai pemegang saham baru Finarya. "Kami melihat Gojek sebagai partner strategis, baik LinkAja maupun Gojek memiliki tujuan mengakselerasi penggunaan pembayaran digital dan inklusi keuangan di Indonesia," ujarnya.

Widjayanto menjelaskan, berkat kolaborasi tersebut, selama 2021, pengguna Gojek meningkat sebesar lebih dari 230 persen dan terjadi kenaikan transaksi sebesar lebih dari 120 persen dibandingkan 2020.

Adapun pada 2022 ini, Widjayanto mengatakan, LinkAja berencana mengembangkan solusi pembayaran serta pembiayaan ke usaha mikro dan ultra mikro di ekosistem yang terintegrasi oleh dompet digital besutan BUMN tersebut.

Sementara itu, menurut laporan bertajuk, 2021 Mobile Wallet Report, yang dirilis Boku bekerjasama dengan Juniper Research menyebut OVO sebagai dompet digital paling banyak digunakan selama 2021 dengan 38,2 persen, dibandingkan dengan keseluruhan akses dompet digital dari berbagai brand selama satu tahun.

Posisi kedua diduduki oleh ShopeePay dengan 15,6 persen. Kemudian ada dompet digital besutan BUMN, Link Aja dengan 13,9 persen, disusul GoPay 13,2 persen, dan Dana di posisi kelima dengan 12,2 persen.

Laporan tersebut juga menunjukkan 81 persen pengguna, mengakses layanan dompet digital untuk berbelanja secara daring di e-commerce. Untuk itu para dompet digital yang memiliki ekosistem e-commerce jauh lebih unggul.

Selain itu, sekitar 69 persen pengguna, mengakses layanan dompet digital karena adanya promo dan berbagai diskon yang disediakan oleh masing-masing aplikasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech LinkAja dompet digital
Editor : Farid Firdaus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top