Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

XL Axiata-Link Net Bisa Mengancam 5G Indosat dan Telkomsel

Sebagaimana diketahui, Link Net menguasai kawasan yang dibangun Lippo Group. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 30 Juli 2021  |  20:31 WIB
XL Axiata-Link Net Bisa Mengancam 5G Indosat dan Telkomsel
Karyawan beraktivitas di kantor XL Axiata. - Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis,com, JAKARTA — PT XL Axiata Tbk. (EXCL) berpeluang mengembangkan 5G dengan akuisisi saham Link Net. 5G XL bahkan mampu mengancam Indosat dan Telkomsel yang lebih dahulu menggelar teknologi generasi kelima tersebut. 

Ketua Program Studi Magister Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) Ian Yosef M. Edward mengatakan Link Net menguasai kawasan yang dibangun Lippo Group. 

Dengan akuisisi mayoritas saham Link Net, kata Ian, XL berpeluang menjadi penguasa baru di daerah tersebut dan mengimplementasikan layanan 5G. 

“Di daerah tersebut apabila 5G digelar akan memberikan dampak signifikan dari 5G untuk seluler, Internet of Things/ IoT Industri dan lain-lain,“ kata Ian, Jumat (30/7). 

Ian menambahkan jaringan Link Net juga telah tergelar di kota-kota satelit maupun kawasan industri. XL dapat membuat kasus pemanfaatan 5G di kawasan-kawasan yang telah tergelar jaringan Link Net. 

Senada, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) Muhammad Ridwan Effendi pengembangan 5G membutuhkan jaringan serat optik, di mana selama ini Link Net bermain di pasar serat optik. 

“5G perlu sebaran serat optik yang luas, nampaknya XL akan memanfaatkan sumber Link Net di sini,” kata Ridwan. 

Mengenai pergelaran 5G, Group Head Corporate Communications XL Axiata Tri Wahyuningsih enggan menjawab. Dia hanya berharap akuisisi ini dapat membuat layanan konvergensi XL makin luas. 

Adapun Presiden Direktur sekaligus CEO Link Net Marlo Budiman mengatakan secara sinergi, kedua perseroan akan makin diuntungkan dari segi penambahan pendapatan dan efisiensi operasional. 

Keduanya bakal saling berbagi infrastruktur sehingga cakupan jaringan makin luas dan terbentuk jaringan ring yang membuat layanan mereka makin andal, dengan biaya belanja modal yang lebih rendah. 

“Lebih banyak produk yang bisa kami tawarkan kepada pelanggan. Link Net dan XL juga bisa saling bersinergi secara infrastruktur,” kata Marlo.

Sekadar informasi, saat ini terdapat 5 operator internet tetap besar. Merujuk pada presentasi Link Net di laman resminya, Pada kuartal I/2021, dari sisi pelanggan, IndiHome diperkirakan memiliki 7,76 juta pelanggan, sedangkan Link Net melalui First Media hanya 859.000 pelanggan. Link Net menempati urutan kedua. 

Adapun Biznet diperkirakan sekitar 300.000 pelanggan, MNC Play sekitar 290.000 pelanggan dan My Republik sekitar 180.000 pelanggan. 

Pada kuartal I/2021 Link Net memiliki total  homepass mencapai 2,7 juta, dengan 66% atau sebanyak 1,8 juta dari total  homepass berada di Jabodetabek, Serang dan Cilegon.

Homepass Link Net merupakan nomor 2 yang terbanyak setelah IndiHome - yang mencapai 20 juta homepass. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

xl axiata telekomunikasi link net
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top