Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Memanfaatkan Kantong Plastik yang Bisa Terurai Menjadi Kompos

Hal ini tentu nya akan sangat membantu mengurangi penumpukan limbah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan harapan dapat mengurangi polusi limbah plastik di Indonesia.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 25 Juli 2021  |  18:23 WIB
Memanfaatkan Kantong Plastik yang Bisa Terurai Menjadi Kompos
Kantong plastik daur ulang kompos

Bisnis.com, JAKARTA - Sinar Joyoboyo Plastik, pabrik plastik yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun,  berinovasi dengan mengembangkan produk yang ramah lingkungan IDOLA+ Compostable Bag.

Ini merupakan produk kemasan yang revolusioner yang diharapkan bisa menjawab tantangan terkait permasalahan lingkungan.

IDOLA+ Compostable Bag adalah kantong plastik ramah lingkungan yang kuat, tahan panas, juga tidak berbau untuk mengemas makanan, dan keunggulan utama produk IDOLA+ Compostable Bag adalah bisa terurai menjadi kompos.

Hal ini tentu nya akan sangat membantu mengurangi penumpukan limbah plastik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan harapan dapat mengurangi polusi limbah plastik di Indonesia.

“Produk IDOLA+ Compostable Bag merupakan inovasi. Produk kemasan  yang benar-benar ramah lingkungan, saat terurai tidak menjadi mikroplastik namun IDOLA+ Compostable Bag dapat terurai menjadi kompos dalam waktu 180 hari, tergantung pada kondisi tanah, kelembapan, sinar matahari, dan mikroba. Proses degradasi kantong IDOLA+ Compostable Bag ini pun sudah mendapatkan sertifikasi dari TUV Rheinland Austria, sehingga dapat dipastikan benar-benar ramah lingkungan ” ujar Himawan Wijaya selaku Marketing Manager Sinar Joyoboyo Plastik dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan IDOLA+ Compostable Bag juga telah mendapat sertifikasi Halal. Dia juga menjamin kepada masyarakat bahwa produk kami diproses secara higienis dan juga terbuat dari bahan baku yang aman digunakan untuk kemasan makanan.

Sampah plastik selalu menjadi masalah utama dalam pencemaran lingkungan baik pencemaran tanah maupun laut. Sifat sampah plastik tidak mudah terurai, proses pengolahannya menimbulkan toksit dan bersifat karsinogenik, butuh waktu sampai ratusan tahun bila terurai secara alami.

Untuk pencemaran di laut, Indonesia merupakan penghasil sampah plastik laut terbesar kedua di dunia. Penelitian dari UC Davis dan Universitas Hasanuddin yang dilakukan di pasar Paotere Makassar menunjukkan 23% sampel ikan yang diambil memiliki kandungan plastik di perutnya.

Jika diolah dengan baik, sampah plastik daur ulang dapat menghasilkan keuntungan sebesar Rp 16.379.472 per bulan dari produksi 48 ton sampah plastik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah plastik
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top