Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kuartal II/2021, Smartphone Entry Level & Mid Range Saling Bunuh

Berdasarkan laporan firma riset IDC, ponsel pintar pada kategori low-end mengalami kenaikan sepanjang 2020, di mana porsi pasar ponsel dengan harga kurang dari Rp2 juta mencapai 65 persen, naik dari 45 persen pada 2019. 
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 19 Mei 2021  |  20:40 WIB
Kuartal II/2021, Smartphone Entry Level & Mid Range Saling Bunuh
Smartphone Redmi. - Redmi

Bisnis.com, JAKARTA — Vendor ponsel pintar atau smartphone diprediksi akan bersaing di segmen menengah (mid-range) dan entry level untuk mendongkrak penjualan perusahaan di penghujung kuartal II/2021. 

Direktur ICT Institute Heru Sutadi mengatakan persaingan ini makin ketat lantaran setiap vendor merilis ponsel-ponsel di kelas mid-range dan entry level sepanjang kuartal II/2021. 

“Sebut saja Xiaomi dengan Redmi Note 10S yang memasang harga sebesar Rp3 jutaan, OPPO A15 di harga Rp2 Jutaan, VivoV21 5G, dan ASUS Zenfone 8 yang diprediksi akan menutup kuartal II/2021 untuk mendongkrak penjualan perusahaan,” katanyaRabu (19/5/2021).

Sebagai informasi, segmentasi pasar entry-level ditujukan untuk target pasar yang memiliki budget terbatas dengan harga Rp2 juta ke bawah. Sedangkan pasar mid-range untuk ponsel dengan kisaran Rp2—4 juta. 

“Low [entry] dan mid range sebenarnya adalah pasar yang luas dan tetap berkembang permintaannya. Untuk kontribusinya terhadap vendor, midrange bisa [berkontribusi] sekitar 40 persen, low-range bisa hingga 90 persen,” ujarnya. 

Menurutnya, saat ini strategi yang dipilih setiap vendor untuk masuk di kedua segmen sepanjang kuartal II/2021 merupakan pilihan yang tepat. Hal ini diharapkan agar kinerja pasar mereka terjaga. 

Senada, Pengamat gawai dari komunitas Gadtorade Lucky Sebastian mengatakan ujung tombak penjualan ponsel pintar adalah di segmen harga US$100—US$200. 

“Kontribusi terbesar segmen entry level, yang biasanya mengambil jatah 60 persen dari keseluruhan segmen device yang dikeluarkan vendor,” katanya. 

Berdasarkan laporan firma riset IDC, ponsel pintar di kategori low-end mengalami kenaikan sepanjang 2020, di mana porsi pasar ponsel low-end mencapai 65 persen, naik dari 45 persen pada 2019. 

Peningkatan tersebut didorong oleh kebutuhan ponsel pintar yang layak, tetapi daya beli konsumen terbilang rendah. Kebutuhan ponsel yang layak turut didorong kebijakan bekerja dan belajar dari rumah yang digalakkan pemerintah di awal pandemi Covid-19. 

Namun, Lucky melihat bahwa segmen mid-range ini akan terus menjadi segmen yang ramai diminati masyarakat ke depannya. Menurutnya, para vendor harus fokus untuk menarik konsumen dengan membuat produk yang memiliki banyak fitur baru yang segera diturunkan dari fitur kelas flagship, termasuk kamera yang mumpuni sebagai bagian yang paling dicari masyarakat. 

“Nantinya produk di mid-range ini akan clutter, atau membingungkan, bahkan dari setiap vendor, karena banyak tipe dan mirip-mirip, terkadang sama, hanya beda penamaan saja. Ini yang harus bisa diantisipasi vendor, agar bisa fokus bertarung dengan vendor lain, tanpa saling bunuh dengan produknya sendiri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

smartphone gadget Industri Elektronik
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top