Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pencapaian Netizen 2021: Bikin Microsoft Tutup Kolom Komentar

Setelah mengeluarkan hasil survei tahunan bertajuk Digital Civility Index (DCI), Microsoft menutup kolom komentar akun Instagram. Hal ini diduga karena tidak tahan dengan serangan komentar netizen Indonesia.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 26 Februari 2021  |  19:21 WIB
Logo Microsoft.  - Reuters
Logo Microsoft. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Setelah mengeluarkan hasil survei tahunan bertajuk Digital Civility Index (DCI), kolom komentar akun Microsoft ditutup, diduga akibat serangan komentar dari netizen Indonesia.

Penyerangan ini berkaitan pada hasil pahit dari survei yang menempatkan netizen Indonesia berada  pada urutan buncit di Asia Tenggara terkait kesopanan di dunia maya.

Berdasarkan catatan Bisnis, survei ini mengelola 16.000 data responden yang membahas paparan risiko online. Termasuk di dalamnya hoaks, ujaran kebencian, penipuan, hingga diskriminasi yang dialami di media masaa.

Tak terima dengan hasil survei ini, warganet Indonesia merespon dengan mengomel di kolom komentar unggahan terbaru Instagram Microsoft dan membuat akun ini menutup kolom komentar di beberapa unggahan teranyar berdasarkan pantauan Bisnis, Jumat (26/2/2021).


Akun Instagram Mcrosoft menutup kolom komentar. 

Sebelum sempat ditutup Microsoft, beberapa akun Twitter membagikan tangkapan layar terkait serangan yang dilakukan warganet ini. Seperti yang diunggah akun Missmissjamannow (@Gratciaschannel).

"Langsung ditunjukin buktinya wkwkwkwk," cuitnya disertai tautan unggahan netizen Indonesia tidak sopan dan juga tangkapan layar serangan netizen.

Sementara itu, salah satu unggahan Microsoft yang masih buka saat ini masih dibanjiri komentar netizen Indonesia, tetapi kini banyak didominasi dengan pernyataan pengakuan bahwa hasil survei Microsoft terbukti benar.

Adapun mengutip Mashable, Jumat (26/2/2021), laporan Microsoft tersebut disusun berdasarkan hasil survei yang dilakukan selama periode April hingga Mei 2020 yang melibatkan 16.000 responden dari kalangan muda maupun tua. Hasil survei itu menunjukkan semakin rendah skor berarti paparan risiko online semakin rendah, sehingga tingkat kesopanan netizen di negara itu semakin tinggi.

Paparan yang dimaksud adalah hoaks, ujaran kebencian, penipuan, atau diskriminasi yang dialami di dunia maya.

Menurut survei Microsoft, yang membuat skor Indonesia semakin terpuruk ternyata justru kalangan dewasa. Skor untuk netizen berusia remaja tidak berubah dibandingkan dengan tahun lalu. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

microsoft Netizen
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top