Studi Australia Ungkap Ada 14 Juta Ton Mikroplastik di Dasar Laut

Syaiful Millah
Rabu, 7 Oktober 2020 | 17:43 WIB
Masalah sampah di wilayah Segitiga Rebana
Masalah sampah di wilayah Segitiga Rebana
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Badan sains nasional Australia menyatakan bahwa dasar laut dunia dikotori dengan sekitar 14 juta ton mikroplastik, terurai dari massa sampah yang memasuki lautan setiap tahunnya.

Dilansir dari CNA, Rabu (7/10) Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization (CSIRO) menyatakan bahwa jumlah polutan kecil itu 25 kali lebih besar dari yang ditunjukkan oleh penelitian sebelumnya.

Para peneliti dari CSIRO menggunakan kapal selam robotik untuk mengumpulkan sampel dari situs dengan kedalaman hingga 3.000 meter, di lepas pantai Australia Selatan.

“Penelitian kami menemukan bahwa laut dalam adalah tempat pembuangan mikroplastik. Kami terkejut melihat beban mikroplastik yang tinggi di lokasi terpencil di kedalaman laut,” kata Denise Hardesty, peneliti utama studi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal peer-review Frontiers in Marine Sciences, itu juga mengungkap daerah dengan lebih banyak sampah yang mengapung umumnya memiliki lebih banyak fragmen mikroplastik di dasar laut.

“Polusi plastik yang berakhir di laut terus memburuk dan rusak hingga berakhir sebagai mikroplastik. Hasilnya menunjukkan mikroplastik memang tenggelam ke dasar laut,” kata Justine Barrett, yang juga terlibat dalam penelitian.

Berdasarkan penelitian tersebut, Hardesty menyerukan tindakan dan langkah cepat untuk menemukan solusi atas polusi plastik di laut, yang dapat memengaruhi ekosistem satwa liar laut dan juga bisa berdampak pada kesehatan manusia.

“Pemerintah, industri, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk secara signifikan mengurangi jumlah sampah yang kita lihat di sepanjang pantai dan lautan,” tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini di sini:

Penulis : Syaiful Millah
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Topik-Topik Pilihan

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper