Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang 15 September 2020, Ada Apa?

Sejumlah peristiwa menarik di sektor teknologi akan mewarnai momen Selasa mendatang, 15 September 2020.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 13 September 2020  |  11:50 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) bersama Presiden China Xi Jinping dalam sebuah pertemuan di Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Selasa mendatang, 15 September 2020 mungkin adalah hari yang sangat menegangkan bagi pelaku industri teknologi.

Pada momen tersebut, Apple bakal menyelenggarakan acara virtual yang diperkirakan merilis iPad generasi keempatnya bersamaan dengan Apple Watch Series 6 dan produk-produk lainnya.

Dikutip dari phonearena.com, Selasa 15 September 2020 adalah momen dimana Taiwan Semiconductor Manufacturing Company, Limited (TSMC) dapat mengirimkan chip ke Huawei tanpa membutuhkan izin dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat.

TSMC adalah pabrik pembuatan chip terbesar dan Huawei merupakan konsumen terbesar keduanya. Aturan terbaru yang dirilis pada Mei lalu tersebut tidak memperbolehkan perusahaan pembuatan chip mengirimnya ke Huawei, jika chip tersebut dibuat menggunakan teknologi Amerika Serikat (AS).

Pada saat yang sama, 15 September 2020 adalah tenggat waktu terakhir yang diberikan Presiden AS Donald Trump kepada ByteDance (TikTok) untuk menjual operasionalnya ke perusahaan AS atau harus rela bisnisnya ditutup di kawasan ini.

Sebelumnya, Trump menyatakan tidak akan memberikan tambahan waktu kepada ByteDance. Padahal, melihat skala komitmen bisnis semacam ini, dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk menghasilkan kesepakatan bagi kedua pihak yang terlibat.

Alhasil, kemungkinan tenggat waktu ini akan berlalu tanpa ada kesepakatan berarti. Artinya, TikTok harus ikhlas merelakan aplikasinya ditutup secara permanen di AS.

AS sendiri meragukan penanganan data pengguna AS di TikTok yang diperkirakan bakal diserahkan kepada Partai Komunis China. Padahal, TikTok telah memiliki dua pusat data yang berlokasi di AS dan Singapura.

Saat ini, TikTok memiliki jumlah pengguna di AS lebih dari 100 juta orang. Selain itu, perusahaan ini juga menyatakan sekitar 1.500 warga AS bekerja di TikTok.

TikTok setidaknya sudah di-instal lebih dari 2 juta kali dari App Store dan Google Play Store. Sejumlah perusahaan AS yang menyatakan minatnya untuk mengakuisisi TikTok antara lain Microsoft, Oracle, Twitter and Walmart.

Bisnis TikTok di AS kemungkinan memiliki valuasi di kisaran US$20 miliar. Operasional TikTok di seluruh dunia diperkirakan mencapai US$100 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat huawei TikTok
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top