Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Untuk Merdeka Sinyal, Palapa Ring Perlu Ada Lanjutan

Saat ini, tingkat utilisasi Palapa Ring masih rendah, salah satunya disebabkan jaringan tulang punggung Palapa Ring terputus dengan jaringan pengalur.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  10:56 WIB
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika
Peta sistem komunikasi kabel laut Palapa Ring paket barat. - Kementerian Komunikasi dan Informatika

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika perlu memperpanjang jaringan Palapa Ring dengan anggaran yang dimiliki. Kemenkominfo juga diminta agar transparan dalam melakukan pembangunan infrastruktur.

Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa alokasi anggaran pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang telah disiapkan pemerintah perlu digunakan untuk secara maksimal.

Dia mengusulkan agar pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Bawah Laut (SKKL) dilanjutkan untuk mencapai merdeka sinyal.

Sejak komersialisasi pada 2018 Palapa Ring Barat telah terutilisasi sebesar 33 persen. Adapun Palapa Ring Tengah mulai komersialisasi 2019 dan telah terutilisasi sebesar 15 persen.

Sementara itu, Palapa Ring Timur beroperasi mulai 2019. Utilisasi Palapa Ring Timur saat ini sudah mencapai 14,3 persen di jaringan serat optik, dan 42,7 persen okupansi jaringan microwave.

Rendahnya utilisasi Palapa Ring, menurut Heru, disebabkan jaringan tulang punggung Palapa Ring terputus dengan jaringan pengalur (backhaul). Alhasil, jika menggunakan Palapa Ring operator harus membangun lagi infrastruktur jaringan backhaul agar dapat masuk ke pemukiman atau pedesaan terdekat.

“Seperti Palapa Ring kan perlu ada lanjutannya. Bukan akhir dari upaya merdeka sinyal,” kata Heru kepada Bisnis, Minggu (16/8/2020).

Heru mengatakan pandemi Covid-19 telah memperlihatkan bahwa hasil kerja Menkominfo sebelumnya, Rudiantara, tidak maksimal dan salah langkah.

Menurutnya, Rudiantara dalam beberapa kesempatan menganggap infrastruktur telekomunikasi sebagai masa lalu. Rudianatara pun terlalu fokus dengan program 1.000 Startup, Anti Hoax dan lainnya yang merupakan kegiatan event. Alhasil, belasan ribu desa saat ini tidak teraliri sinyal internet.

Untuk mengejar ketertinggalan infrastruktur telekomunikasi dengan anggaran yang terbatas, kata Heru, pemerintah perlu menyiapkan langkah luar biasa.

Alokasi anggaran untuk mendukung langkah transformasi digital di segala sektor tersebut harus jelas pemanfaatannya.

“Jangan sampai bocor dan boros. Sampaikan program apa yang akan dilakukan pada publik, nilainya berapa agar publik sama-sama memantau,” kata Heru.

Heru juga mengungkapkan bahwa pemerintah perlu mengevaluasi program-program yang selama ini telah berjalan dengan dengan melibatkan masyarakat dan ahli.

Setelah itu, pemerintah perlu menentukan apakah program tersebut perlu diteruskan atau diganti dengan program lain yang lebih pas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

internet kominfo palapa ring
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top