Bisnis.com, JAKARTA — Pengoperasian kembali restoran, rumah makan, warung makan, dan kafe seiring dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Perdagangan No. 12/2020 mengenai standar operasional di sektor perdagangan pada masa kenormalan baru memberi pengaruh signifikan bagi bisnis startup agrobisnis.
Pendiri startup agrobisnis AGretail.id Mochammad Nasrulyani mengatakan bahwa terjadi kenaikan serapan di segmen hotel, restoran, dan kafe (horeka) sejak bisnis tersebut beroperasi kembali.
"Kalau untuk AGretail.id, kenaikan mencapai lipa kali lipat pada Juni dibandingkan dengan Maret—April di mana serapan di segmen horeka sangat kurang," ujar Nasrulyani kepada Bisnis, Jumat (3/7/2020).
Bahkan, dia optimistis kenaikan serapan bisa mencapai tujuh hingga delapan kali lipat pada Juli 2020.
Meski demikian, Nasrulyani memperkirakan kenaikan besaran serapan produk startup agrobisnis ke segmen horeka tidak setinggi periode sebelum pandemi virus corona (Covid-19) melanda karena konsumen cenderung berpikir dua kali untuk melakukan makan di tempat (dine-in).
Ke depan, lanjutnya, peran perusahaan rintisan agrobisnis bakal makin penting dalam hal ketahanan pangan nasional. Pasalnya, ketahanan pangan merupakan isu yan sangat krusial di tengah masa pandemi.
"Peranan startup agrobisnis sangat penting dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Mulai dari startup agro berbasis supply chain, fintech, IoT [internet of thing], maupun budidayanya sehingga peluang-peluang investasi di sektor agrobisnis masih berpeluang lebar," jelasnya.