Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Jaminan Gojek Kepada Karyawan yang Kena PHK

Gojek memberikan sejumlah fasilitas pendukung yang akan diberikan kepada karyawannya yang harus terdampak kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK).
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  06:05 WIB
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P
Pengemudi Ojek Online membeli pesanan makanan yang diorder dari aplikasi di Jakarta. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek memberikan sejumlah dukungan dan jaminan kepada karyawannya yang harus terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Seperti diketahui, Gojek memutuskan untuk melakukan PHK kepada 430 karyawannya atau sekitar 9 persen dari total karyawan. Sebagian besar karyawa yang di-PHK berasal dari divisi yang terkait dengan GoLife dan GoFood Festival, akan meninggalkan Gojek sebagai bagian dari evaluasi terhadap struktur perusahaan secara keseluruhan.

“Kepada kalian yang meninggalkan Gojek, kalian akan bertemu dengan perwakilan dari People team dan Manager kalian dalam beberapa hari ke depan. Kami ingin memberikan dukungan semaksimal mungkin,” ujar Co-CEO Gojek Andre Soelistyo dalam suratnya kepada karyawannya, Selasa (24/6/020).

Adapun, karyawan Gojek yang terdampak dengan keputusan ini akan mendapat benefit termasuk pesangon di atas standar yang ditetapkan pemerintah. Berikut adalah dukungan Gojek bagi karyawan yang terdampak PHK.

Pesangon: Karyawan yang terdampak akan menerima pesangon minimum gaji 4 pekan ditambahdengan  tambahan 4 pekan gaji untuktiap tahun lamanya bekerja.

Pembayaran gaji selama periode pemberitahuan: Gojek tidak mewajibkan karyawan yang terdampak untuk bekerja saat sudah memasuki periode pemberitahuan. Hal itu dilakukan supaya karyawan dapat fokus memikirkan mengenai rencana mereka di masa mendatang. Namun, Gojek tetap akan membayar gaji mereka secara penuh.

Equity arrangement: Masa tunggu (annual cliff) bagi karyawan yang memiliki hak kepemilikan saham akan dihapus, sehingga karyawan yang meninggalkan Gojek dapat memiliki saham di perusahaan yang telah mereka bangun.

Pembayaran cuti tahunan dan hak lainnya: Gojek akan membayarkan cuti tahunan yang tidak digunakan, selain juga hak-hak lainnya termasuk cuti melahirkan.

Perpanjangan asuransi kesehatan:  Gojek akan memastikan kebutuhan terkait kesehatan karyawan yang terdampak tetap dapat terpenuhi. Gojjek akan memperpanjang skema asuransi kesehatan bagi karyawan yang terdampak dan juga bagi keluarga mereka, hingga 31 Desember 2020.

Perlengkapan: Karyawan yang terdampak dapat tetap memiliki laptop mereka untuk membantu mencari peluang kerja lain.

Perpanjangan program bantuan karyawan:  Gojek memperpanjang masa dukungannya kepada karyawan yang di PHK, mencakup program layanan kesehatan mental, finansial, dan konsultasi lainnya selama tiga bulan ke depan.

Program outplacement: Gojek memberikan program outplacement yang akan membantu setiap orang untuk mencari pekerjaan.

“Kami tahu bahwa apapun yang kami lakukan mungkin tidak cukup untuk mengurangi kekecewaan kalian, namun kami berupaya yang terbaik untuk dapat mendukung kalian. Kami berharap kalian dapat terus mengenang masa-masa kalian selama di Gojek,” ujar Andre.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk StartUp Gojek
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top