Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Duh! Super Komputer untuk Penelitian Covid-19 di Eropa Diretas

Super komputer mampu membantu proses penelitian Covid-19 dan penyakit lainnya dengan menghadirkan simulasi guna mempelajari efek penyakit terhadap sel.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 17 Mei 2020  |  21:29 WIB
Duh! Super Komputer untuk Penelitian Covid-19 di Eropa Diretas
Ilsutrasi - Para peneliti mendemonstrasikan sampel iLAMP Novel-Coronavirus Detection Kit di kantor iONEBIO's di Seongnam, Korea Selatan, pada 26 Maret 2020./Antara - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah super komputer yang digunakan untuk melakukan penelitian terkait Covid-19 di Eropa dilaporkan mengalami peretasan pada pekan ini. Menurut laporan dari beberapa laboratorium, sejumlah komputer masih dalam posisi offline setelah mengalami serangan.

Mengutip Bloomberg, Minggu (17/5/2020), super komputer di beberapa negara seperti Swiss, Jerman, dan Inggris terdampak akibat serangan tersebut. Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui pihak yang melakukan ataupun terkait dengan serangan yang terjadi.

Adapun, super komputer mampu membantu proses penelitian Covid-19 dan penyakit lainnya dengan menghadirkan simulasi guna mempelajari efek penyakit terhadap sel-sel serta meningkatkan pengetahuan mengenai cara pengobatan yang potensial.

Sejumlah laboratorium terdampak melaporkan mesin utama yang berfungsi menjalankan proses komputasi tidak terkena peretasan. Satu-satunya hal yang diretas adalah portal masuk (login) super komputer.

Menurut salah satu karyawan salah satu situs super komputer yang tidak disebutkan namanya, pelaku peretasan berniat menerobos sistem dengan tujuan mencuri hasil penelitian atau mengganggu progres penelitian yang sedang berlangsung.

Swiss National Supercomputing Centre mengonfirmasikan peretasan yang terjadi di sana beserta sejumlah fasilitas komputer berperforma tinggi di Eropa dan tengah untuk sementara menutup akses selama proses pemulihan dilakukan.

Sebelumnya, U.K National Supercomputing Service bernama ARCHER juga mengonfirmasi terjadinya peretasan. Sistem super komputer tersebut digunakan untuk menyimulasikan penyebaran Covid-19 di Centre for Global Infectious Disease Analysis, Imperial College.

Sejak 5 hari setelah serangan dilakukan terhadap sistem login komputer, pihak ARCHER mengatakan sistem yang dimiliki masih dalam keadaan offline.

Pusat super komputer di Jerman, Baden-Wurttemberg, juga mengonfirmasi telah terjadi insiden keamanan. Meskipun belum diketahui pasti apakah pusat super komputer tersebut juga sedang melakukan penelitian terkait dengan Covid-19.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komputer peretas Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

back to top To top