Dicurigai Bantu Sebarkan Covid-19, Menara Telekomunikasi 5G di Inggris Dibakar

Sejauh ini, belum ada bukti yang mendukung pemikiran bahwa teknologi 5G berkontribusi terhadap penyebaran Covid-19. Namun, menurut Chief Executive Officer Vodafone Nick Jeffery, polisi antiteroris Inggris telah melakukan investigasi.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 07 April 2020  |  03:17 WIB
Dicurigai Bantu Sebarkan Covid-19, Menara Telekomunikasi 5G di Inggris Dibakar
Ilustrasi Virus Corona (Covid/19)

Bisnis.com, JAKARTA - Menara telekomunikasi 5G dilaporkan terbakar di wilayah Belfast, Liverpool, dan Birmingham di Inggris belum lama ini. Mengutip Bloomberg, Senin (6/4/2020), hal tersebut dicurigai dilakukan oleh sekelompok orang yang berteori bahwa teknologi 5G membantu penyebaran virus corona (Covid-19).

Analis Jefferies Financial Group Inc. Edison Lee mengatakan semua pihak diharapkan tidak menyepelekan kecemasan publik terhadap potensi dampak radiasi 5G terhadap kesehatan.

Sejauh ini, belum ada bukti yang mendukung pemikiran bahwa teknologi 5G berkontribusi terhadap penyebaran Covid-19. Namun, menurut Chief Executive Officer Vodafone Nick Jeffery, polisi antiteroris Inggris telah melakukan investigasi.

Departemen untuk urusan digital, kebudayaan, media, dan olahraga Inggris (Department for Digital, Culture, Media and Sport) menyatakan setiap aksi kriminal yang terinspirasi dari kegilaan teori konspirasi di dunia daring akan berhadapan dengan kekuatan penuh hukum.

Pemerintah Inggris juga telah mempersiapkan unit-unit khusus untuk memerangi misformasi terkait Covid-19 dan mendesak perusahaan media sosial untuk mengambil langkah lebih jauh dalam membendung informasi bohong dan rumor yang mengancam kehidupan.

Pekan lalu, salah satu stasiun radio kecil di Inggris dijatuhkan sanksi oleh Ofcom, lembaga regulatory media Inggris, karena mengundang bintang tamu yang mengklaim 5G adalah penyebab pandemi Covid-19.

Di Inggris, terdapat 4 perusahaan operator seluler yang membangun infrastuktur 5G, antara lain BT Group Plc., Vodafone Group Plc (VOD), Telefonica SA (TEF) milik O2, dan CK Hutchison Holdings Ltd.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona

Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
Editor : Andhika Anggoro Wening
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top