Tren Inkubasi Talenta Digital Terus Bertumbuh

Terus berkembangnya industri digital, yang ditandai dengan bertambahnya jumlah perusahaan rintisan di Indonesia, membuat kebutuhan akan talenta digital terus naik. Program inkubasi dan akselerasi menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan talenta digital.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  03:00 WIB
Tren Inkubasi Talenta Digital Terus Bertumbuh
Ilustrasi kantor startup - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Tren untuk mewadahi bakat generasi muda di sektor digital saat ini gencar dilakukan oleh berbagai perusahaan rintisan (startup).

Bendahara Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Edward Ismawan Chamdani mengatakan tren pengembangan talenta digital yang masih didominasi oleh startup besar akan berguna bagi startup pendatang baru. Hal ini dikarenakan saat ini banyak pelaku startup yang mengembangkan usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

“Program akselerator dan inkubator yang dilakukan startup besar sangat berguna bagi masyarakat milenial dengan memiliki kesempatan untuk belajar dan semakin mendalami budaya startup,” terangnya saat dihubungi Bisnis, Jumat, (14/2/2020).

Edward mengungkapkan, saat ini juga hadir fenomena di mana pesaing dari startup baru, tidak hanya berasal dari perusahaan berskala besar, melainkan juga berasal dari alumni startup yang memilih membangun perusahaan rintisan baru.

“Saat ini banyak yang belajar di startup besar, setelah [berilmu] mereka mengundurkan diri dan para alumni [startup] ini membangun perusahaannya sendiri, yang mana mereka sudah memahami pasar, trafik, dan mengatasi berbagai tantangan lainnya,” ujarnya.

Namun, menurutnya para pemain baru di industri digital tidak perlu cemas dengan alumnistartup yang sudah berpengalaman. Pasalnya lantaran kebutuhan akan talenta digital Indonesia akan selalu tumbuh.

“Kita tidak akan pernah kelebihan [surplus] talenta digital, justru akan selalu berkurang karena banyak solusi dan segmen yang belum tergarap, selain itu juga masih banyak [startup] yang  belum matang yang hadir dan pergi, sehingga Indonesia akan selalu punya ruang dan membutuhkan ide dan inovasi baru,” terangnya.

Edward juga menyatakan bahwa bibit baru juga tidak hanya hadir melalui akselator dan inkubasi, melainkan juga melalui ragam program lain, seperti lomba.

"Mereka [pelaku startup baru] yang mau membuat startup mereka kini juga mau mencari sendiri akses bukan hanya dari akses inkubator, tetapi lomba juga. mereka sudah banyak aktif. Antusiasme pun semakin meningkat karena akan selalu dalam kondisi tumbuh secara organik," terangnya.

Edward yakin bahwa kebutuhan startup pun akan berkorelasi dengan penyerapan kebutuhan tenaga kerja.

"Ke depan siapapun yang ingin membuat akselerasi [pihak swasta], mereka sebaiknya juga kerja sama dengan institusi yang memiliki database, seperti dari yayasan, pemerintah, dan lainnya."  

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp, talenta digital

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top