Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Buka Peluang Pemanfaatan 3,5 GHz untuk Uji Coba 5G

Pemerintah mempersilakan pelaku usaha operator selular memanfaatkan frekuensi 3,5 (GHz) untuk ujicoba 5G di Indonesia.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 03 Februari 2020  |  18:36 WIB
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman
Ilustrasi teknologi 5G. - REUTERS/Yves Herman

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah membuka peluang bagi operator seluler untuk melakukan uji coba 5G dengan frekuensi 3,5 gigahertz (GHz).

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika Ismail mengamini hal itu. Menurutnya, pemerintah telah membuka lebar pintu bagi pelaku usaha operator selular memanfaatkan frekuensi 3,5 (GHz) untuk ujicoba 5G.

Pada tahun lalu seluruh operator seluler, kecuali PT Indosat Tbk., telah melakukan uji coba 5G. PT Smartfren Telecom Tbk., PT XL Axiata Tbk., dan PT Hutchison 3 Indonesia melakukan uji coba dengan menggunakan frekuensi milimeter wave 28 GHz. 

Sementara itu. PT Telekomunikasi Selular menggunakan frekuensi 28 GHz dan 3,5 GHz melakukan uji coba 5G di Batam, untuk memperlihatkan manfaat 5G jika digunakan untuk segmen korporasi dan ritel. 

“3,5 GHz kami buka seluas-luasnya. 3,5 GHz kemarin kami izinkan untuk Telkomsel,” kata Ismail kepada Bisnis, Senin (3/2/2020). 

Ismail menambahkan selain melakukan uji coba 5G di Batam, pada tahun ini Telkomsel juga berencana melakukan uji coba 5G di Bandung. Adapun detail lokasi dan waktunya, Ismail tidak menyebutkan. 

Selain tren uji coba 5G di frekuensi 3,5 GHz, pada tahun ini, kata Ismail, terdapat operator seluler yang telah mengajukan izin untuk menggelar uji coba 5G di frekuensi 26 GHz. Ismail masih merahasiakan nama operator tersebut. 

“Operator lain juga ada yang mengajukan di band 26 GHz,” kata Ismail. 

Sekedar catatan, Konferensi Komunikasi Radio Dunia atau World Radio Communications Conferences (WRC) 2019 yang diselenggarakan di Mesir menetapkan tiga pita frekuensi tambahan untuk 5G di milimeter wave untuk 5G yaitu 26 GHz (24,5 - 27,5GHz), 40 GHz (37- 43,5 GHz) dan 66 GHz. 

Di Indonesia untuk 26 GHz, terdapat pita frekuensi selebar 2.750 MHz yang siap digunakan oleh operator. Dengan luas pita tersebut, maka masing-masing operator berkesempatan untuk mendapatkan sekitar 500 MHz untuk 5G.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, untuk pita lebar millimeter wave, saat ini sejumlah negara lebih banyak menggunakan 5G di rentang pita frekuensi 26,5 GH – 28 GHz.

Beberapa negara yang menggunakan 5G direntang tersebut antara lain  Hongkong dengan  26,5 GHz – 27,5 GHz, Jepang dengan 27,5 GHz – 28,5 GHz dan 29 GHz – 29,5 GHz dan Korea Selatan 27,5 GHz -28,5 GHz.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkominfo operator telekomunikasi 5g
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top