Daya Saing Digital Indonesia Rendah

Sumber daya manusia dan kewirausahaan merupakan dua sektor dengan skor terendah. Artinya, Indonesia masih menghadapi persoalan keterbatasan SDM yang terampil dalam ekonomi digital.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  09:38 WIB
Daya Saing Digital Indonesia Rendah
Ilustrasi aktivitas di depan komputer. - REUTERS/Kacper Pempel

Bisnis.com, JAKARTA - Berdasarkan laporan East Ventures Digital Competitiveness Indeks (EV-DCI) 2020, indeks kompetisi digital di Indonesia adalah 27,9 dengan skala 0-100 Angka tersebut memperlihatkan daya saing digital Indonesia masih terbilang rendah.

Adapun, sumber daya manusia dan kewirausahaan merupakan dua sektor dengan skor terendah. Artinya, Indonesia masih menghadapi persoalan keterbatasan SDM yang terampil dalam ekonomi digital. Selain itu, kewirausahaan di bidang ekonomi digital pun masih perlu terus dikembangkan.

Menurut laporan yang sama, hal-hal tersebut mengindikasikan daerah-daerah di Indonesia belum dapat mengoptimalkan SDM, penggunaan dan pengeluaran ICT, perekonomian, kewirausahaan, dan tenaga kerja.

Padahal, jika dimanfaatkan secara optimal, hal-hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya sektor digital di level daerah maupun nasional.

“Ekonomi digital menjanjikan inklusivitas dan pemerataan ekonomi. Namun, ekonomi digital seringkali hanya dilihat di area tertentu saja. Banyak daerah dari Sabang sampai Merauke yang belum mengecap manfaat dari ekonomi digital,” ujar Co-Founder dan Managing Partner of East Ventures Wilson Cuaca, Kamis (30/1/2020).

Namun demikian, dalam laporan tersebut juga  disebutkan bahwa meningkatnya penetrasi internet ditopang oleh membaiknya infrastruktur digital yang tersedia di hampir seluruh wilayah Indonesia. Hal itu diyakini akan menjadi peluang bagi ekonomi digital Tanah Air.

EV-DCI 2020 memperlihatkan dua pilar utama yang mendorong pemetrasi tersebut adalah infrastruktur digital dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang kian meluas.

Kedua hal tersebut menjadi sektor yang paling kontributif terhadap meningkatnya daya saing digital Indonesia secara umum. Selain itu, dua pilar tersebut menjadi potensi dan modal besar bagi Indonesia untuk dapat lebih bersaing secara global di bidang digital.

Dengan jumlah penduduk 264 juta jiwa dan pengguna internet 171 juta pelanggan pada 2018, Indonesia masih memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ketimpangan ekonomi, kesenjangan ekonomi, ekonomi digital

Editor : Yustinus Andri DP
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top