IIF 2019 Pertemukan Startup di Tanah Air dengan 500 Investor

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menggelar Indonesia Innovation Forum (IIF) 2019 untuk mempertemukan pemangku kepentingan dengan pelaku ekonomi kreatif, tak terkecuali perusahaan rintisan (start up).
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  18:24 WIB
IIF 2019 Pertemukan Startup di Tanah Air dengan 500 Investor
Menparekraf Wishnutama Kusbandio bersama jajaran direksi Bank Mandiri membuka Indonesia Innovation Forum pada Rabu (11/12/2019). - Bisnis/Rezha Hadyan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. dan PT Mandiri Capital Indonesia (MCI) menggelar Indonesia Innovation Forum (IIF) 2019 untuk mempertemukan pemangku kepentingan dengan pelaku ekonomi kreatif, tak terkecuali perusahaan rintisan (start up).

IIF merupakan tema yang diinisiasi oleh platform Go Startup Indonesia (GSI) yang pertama kali diluncurkan pada 2018. Gelaran ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, khususnya startup di Indonesia dengan menghadirkan 500 investor kunci yang tengah mencari perusahaan yang sedang tumbuh.

Selain menghadirkan para investor dan ratusan pelaku startup tanah air, IIF 2019 yang digelar di The Ritz Carlton Ballroom, Jakarta pada Rabu (11/12/2019) juga berbagai kegiatan diantaranya talks, pitching session, speed dating & coaching, Mandiri Product Factory, demo valley, dan awarding.

Usai membuka IIF 2019, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusbandio mengatakan menyebut target pertumbuhan sektor ekonomi kreatif pada tahun 2019 adalah sebesar Rp 1,211 triliun dan akan terus meningkat kedepannya. Adapun pencapaian pertumbuhan sektor ekonomi kreatif tanah air berasal dari tiga subsektor unggulan yang menyumbang pertumbuhan tertinggi, yakni kuliner, fesyen, dan kriya.

"Meskipun kontribusinya tidak sebesar subsektor unggulan. Namun, apabila melihat efek positif yang besar dalam mendorong sub sektor ekonomi kreatif lainnya, subsektor film, musik dan pengembangan aplikasi dan permainan membuat subsektor tersebut ikut menjadi subsektor prioritas," katanya.

Sementara itu, Senior Executive Vice President Corporate Transformation Office PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Pantro Pander Silitonga mengatakan bahwa Bank Mandiri memiliki komitmen dalam pengembangan startup maupun industri kreatif di Indonesia.

Dia mengklaim selama ini pihaknya melalui perusahaan anak, PT Mandiri Capital Indonesia telah memberikan dukungan pendanaan kepada berbagai startup, khususnya yang bergerak di bidang teknologi finansial atau tekfin.

"Pada ajang IIF 2019, kami bersama Kemenparekraf akan mempertemukan para startup nasional dengan pemangku kepentingan dan angel investor yang nantinya dapatmengembangkan bisnis mereka," ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Duta Besar untuk Republik Federal Jerman untuk Indonesia Peter Schoof juga menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap gelaran IIF 2019.

 Dia menyebut IIF 2019 merupakan upaya kongkret pemerintah Indonesia untuk memajukan ekonomi kreatif, khususnya startup di Tanah Air, yang juga merupakan langkah untuk mefasilitasi pembangunan ekonomi negara ini.

"Pemerintah Jerman sebagai mitra pembangunan utama di ASEAN telah berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi baik di Indonesia maupun ASEAN. Hari ini, kami menyelenggarakan "The Good Times between ASEAN and Germany" yang memfasilitasi para pelaku kewirausahaan dari Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya untuk mendapatkan benefit dari pengalaman Jerman, untuk belajar dari satu sama lain, serta mempererat kerja sama antarsesama pelaku startup di ASEAN," katanya.

Selain dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, rangkaian IIF 2019 juga diisi dengan berbagai diskusi menghadirkan pembicara dari kalangan pemerintahan, seperti Johnny G Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika), Bambang Brodjonegoro (Menteri Riset, Teknologi dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional) serta Kementerian Keuangan dan Kementerian Kooperasi dan UMKM.

Kemudian pembicara internasional antara lain Dr. Peter Schoof (Ambassador of the Federal Republic of Germany to Indonesia and ASEAN), Jojo Flores (Co-founder Plug and Play TechnologyCenter), Yves Morieux (Director of BCG Institute for Organization), serta Ben Elliot (Chief Executive Officer at Experian Asia Pacific).

Adapun, dari unicorn nasional diwakili antara lain oleh Fajrin Rasyid, (President Bukalapak).

Sebelum gelaran puncak IIF 2019, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengadakan rangkaian roadshow Go Startup Indonesia di beberapa kota besar dimana pertumbuhan startup tanah air cukup signifikan seperti Bandung, Medan, Surabaya, Makassar, Bali, Yogyakarta. dan Jakarta.

Roadshow ini sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas kalangan milenial dan pengusaha startup untuk mencari talenta yang unggul dan mengembangkan ekosistem startup yang lebih kondusif dan merata melalui pemberdayaan universitas, inkubator, akselerator, dan coworking space.

Selama roadshow telah dilakukan beberapa kegiatan seperti kompetisi pitching, mentoring, dan talkshow. Berbagai pihak yang terlibat dalam roadshow antara lain Deputi Akses Permodalan Bekraf.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
StartUp

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top