Gandeng Pemerintah, Bukalapak Rambah Bisnis Kewirausahaan Digital Syariah

Salah satu unikorn platform dagang-el Tanah Air, Bukalapak, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin membahas program pengembangan ekosistem kewirausahaan digital berbasis ekonomi syariah.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  13:23 WIB
Gandeng Pemerintah, Bukalapak Rambah Bisnis Kewirausahaan Digital Syariah
Karyawan menunjukkan fitur pembelian tiket Kereta Api (KA) Bandara pada aplikasi Bukalapak dengan menggunakan gawai saat perjalanan dari Stasiun BNI City menuju ke Stasiun Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, Rabu (28/8/2019). Bukalapak bekerja sama dengan Railink meluncurkan fitur Kereta Api Bandara dalam aplikasi Bukalapak yang bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat akses calon penumpang dalam membeli tiket KA Bandara. - ANTARA /Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Salah satu unikorn platform dagang-el Tanah Air, Bukalapak, mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin membahas program pengembangan ekosistem kewirausahaan digital berbasis ekonomi syariah.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pengembangan eksosistem kewirausahaan digital berbasis ekonomi syariah memerlukan kolaborasi sebagai langkah yang tepat untuk meningkatkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Ekonomi syariah adalah pemantik ekonomi baru dan berpotensi menjadi salah satu pilar penyokong kuat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Harapannya, semakin banyak yang berinisiatif dalam menciptakan inovasi di bidang ekonomi syariah seperti Bukalapak, makin kuat pula pengembangan ekonomi berbasis umat ini," ujar Ma'ruf, Senin (2/12/2019).

Mengacu kepada data Kementerian Agama menyebutkan, Indonesia memiliki lebih dari 28.000 pesantren dan 4 juta santri yang mana 80% dari pesantren tersebut telah mengelola UMKM.

Adapun, hal tersebut mendorong Bukalapak untuk membuka jalan kemitraan dan mengimplementasikan arahan pemerintah dalam peningkatan kapasitas wirausaha santri. 

Sebagai mitra pemerintah, pada November lalau Bukalapak memulai pelatihan digital bagi para santri di Pusat Layanan Usaha Terpadu Kabupaten Tasikmalaya.

Co-Founder and President Bukalapak Fajrin Rasyid berencana akan berkeliling Indonesia bersama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk meningkatkan Kapasitas Kewirausahaan Digital terintegrasi Bagi UMKM Berbasis Pesantren.

Menurut Fajrin, di sisi penyediaan produk keuangan syariah, Bukalapak telah menyediakan 7 produk syariah dengan total pertumbuhan Asset Under Management  (AUM) sebesar 168%. 

“Hingga Juli 2019, produk BukaReksa mendominasi 60% total dana kelolaan. Sedangkan, BukaModal syariah mampu menarik pengajuan aplikasi pinjaman hingga lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan versi konvensional,” ujar Fajrin.

Dia berharap Inisiatif ini dapat mendukung Indonesia dalam mempertahankan prestasi di mata dunia dalam hal keuangan syariah.

Adapun, data Global Islamic Finance Report 2019 menempatkan Indonesia di peringkat tertinggi dalam hal kepemimpinan di sektor perbankan dan keuangan Islam global, dengan skor angka capaian 81,93.

Sebagai informasi, sejak 2017 Bukalapak telah berhasil mengumpulkan bantuan melalui fitur BukaDonasi, BukaZakat, dan BukaQurban yang secara konsisten menyalurkan bantuan dengan tepat guna, transparan dan mudah diakses.

Selain itu, Fajrin mengatakan Bukalapak secara aktif terus menyediakan kenyamanan berbelanja produk halal dengan mengembangkan halal marketplace di platform aplikasi Bukalapak. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
syariah, bukalapak

Editor : Wike Dita Herlinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top