Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mandiri Capital Indonesia Pimpin Putaran Pendanaan Halofina Pre-series A

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melalui perusahaan anaknya, Mandiri Capital Indonesia terus mengembangkan industri teknologi finansial untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan milenial.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 30 November 2019  |  00:59 WIB
Ilustrasi - mandiri/capital.co.id
Ilustrasi - mandiri/capital.co.id

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. melalui perusahaan anaknya, Mandiri Capital Indonesia terus mengembangkan industri teknologi finansial untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan milenial.

Mandiri Capital Indonesia bersama Finch Capital menyepakati penyuntikan pendanaan pre-series A kepada Halofina, platfom fintech yang fokus pada Digital Financial Advisory & Wealth Management.

Pada industri venture capital, pendanaan tipe pre series A memiliki kisaran investasi US$1 juta hingga US$ 5 juta.

CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro mengungkapkan pihaknya selaku lead investor memiliki ketertarikan dengan ide Halofina dan berharap untuk dapat terlibat dalam mendorong perusahaan untuk tumbuh ke depannya.

“Bagi kami, investasi melalui Halofina ini sangat strategis untuk memperkuat presence Mandiri Group di kalangan milenial serta di industri tekfin secara global. Investasi ini juga menegaskan keinginan Mandiri Group untuk merangkul industri tekfin dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Tanah Air,” ungkap Eddi, Jumat (29/11/2019).

Dia menjelaskan pihaknya terus mencari usaha rintisan (startup) tekfin potensial yang mampu menghadirkan efisiensi dan kemudahan usaha dari aspek finansial.

Dengan Halofina, saat ini Mandiri Capital Indonesia telah melakukan penyertaan modal di 13 tekfin, antara lain Amartha, PrivyID, Moka, dan Investree.

“Tahun depan, kami berencana berinvestasi di  2 atau 3 startup lagi,” tuturnya.

Finch Capital, VC yang berfokus pada fintech dengan catatan panjang dalam berinvestasi di Eropa dan Asia Tenggara, juga mengambil bagian dalam pendanaan Pre- series A Halofina.

Finch Capital optimistis atas potensi Wealth Management di generasi milenial dan percaya bahwa Halofina berada di jalur yang tepat.

Sementara itu, CEO dan Co-Founder Halofina Adjie Wicaksana mengatakan, suntikan modal ini akan digunakan untuk mengembangkan Halofina sehingga berpeluang meraih pendanaan tipe series A dalam waktu singkat, yakni pada pertengahan tahun depan.

Halofina merupakan aplikasi perencana keuangan digital yang dapat membantu pengguna dalam mengelola keuangan pribadi, mendapatkan rekomendasi strategi investasi, serta terhubung dengan berbagai produk investasi.

“Kami meyakini generasi milenial ini akan menjadi motor penggerak ekonomi dan potensi pasar wealth management di segmen ini sangat besar dalam beberapa tahun ke depan. Harapannya nanti Halofina juga dapat digunakan oleh Perbankan, Asuransi, dan Manajemen Investasi,” kata Adjie.

Halofina saat ini tercatat di Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK Sandbox) kategori Digital Financial Planner. Sejak mulai meluncurkan integrasi produk reksa dana sejak maret 2019, hingga saat ini, Halofina telah memiliki lebih dari 15.000 pengguna terdaftar dan berhasil mengoleksi lebih dari 50.000 life plan (financial goals) penggunanya.

Dengan adanya dukungan pendanaan ini, Halofina optimistis jumlah pengguna akan terus bertambah menjadi lebih dari 500.000 pengguna dalam 1 tahun ke depan. 

“Sejak awal Halofina berdiri, misi kami adalah ikut serta mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia, melalui solusi berbasis teknologi. Kami sangat bersyukur dengan dukungan dari MCI dan Finch Capital. Pendanaan ini bagi kami adalah sebuah kepercayaan dan harapan untuk dapat bekerja dan berkontribusi lebih banyak bagi masyarakat,” kata Adjie.

Dia menambahkan, pendanaan Pre-series A yang didapatkan oleh Halofina akan difokuskan untuk pengembangan produk, penguatan tim dan memperluas kerja sama strategis.

Dalam 3 tahun terakhir, literasi keuangan di Indonesia meningkat.  Menurut hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) yang ketiga pada 2019, indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen atau naik 8,33 persen dari posisi tahun 2016 yang mencapai 29,7 persen.

Selain literasi keuangan, hasil survei OJK mencatat bahwa indeks inklusi keuangan menembus angka 76,19 persen atau naik 8,39 persen dari sebelumnya 67,8 persen pada 2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

StartUp
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top