Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

AWS Fokus Tingkatkan Pengalaman UKM di Indonesia

Amazon Web Services (AWS) Indonesia menekankan tidak akan memakai strategi harga untuk menyasar segmen usaha kecil menengah (UKM) dan perusahaan rintisan untuk menggunakan komputasi awan. 
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 04 November 2019  |  19:47 WIB
Technical Evangelist Amazon Web Services (AWS) Donnie Prakoso memberikan paparan dalam acara AWS Media Masterclass di Jakarta, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan
Technical Evangelist Amazon Web Services (AWS) Donnie Prakoso memberikan paparan dalam acara AWS Media Masterclass di Jakarta, Selasa (20/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon Web Services (AWS) Indonesia menekankan tidak akan memakai strategi harga untuk menyasar segmen usaha kecil menengah (UKM) dan perusahaan rintisan untuk menggunakan komputasi awan. 

Country Leader AWS Indonesia, Gunawan Susanto mengatakan saat ini AWS memiliki banyak pelanggan di sektor UKM dan perusahaan rintisan atau startup

Dia berpendapat selama ini permasalahan UKM dalam memanfaatkan komputasi awan bukan terletak pada harga pelayanan yang mahal, melainkan ketidaktahuan dalam memanfaatkan teknologi komputasi awan.  

Sebab itu, lanjutnya, dalam memberikan layananan komputasi awan kepada pelanggan UKM, AWS tidak akan berfokus pada mencari keutungan di depan dengan memberika harga murah lalu ditinggal. 

Namun, AWS akan berfokus pada pelayanan terbaik yang membuat bisnis UKM bertahan dan berkembang. 

“Kami bantu memberi partner untuk migrasi [dari on-premise ke komputasi awan] karena banyak pelanggan yang tidak memiliki orang yang dapat membantu untuk migrasi,” kata Gunawan di Jakarta, Senin (4/11/2019). 

Gunawan menambahkan meskipun AWS tidak memberikan harga murah di depan, tetapi layanan yang diberikan akan menekan beban biaya yang harus dikeluarkan oleh pelanggan UKM hingga 50%.

Dalam layanannya, AWS akan memberikan pelatihan kepada pekerja pelanggan cara mengoptimalkan fungsi komputasi awan. Dengan demikian, pelanggan tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk menyewa jasa yang mengoperasikan komputasi awan. 

AWS juga akan memberitahukan kepada pelanggan mengenai kapasitas komputasi awan yang perlu digunakan. Gunawan mengatakan AWS akan memberitahu pelanggan ketika kapasitas komputasi awan yang disewa pelanggan melebihi batas wajarnya, sehingga pelanggan tidak mengeluarkan uang secara cuma-cuma. 

“Kami memberi tahu pelanggan jika mereka membayar terlalu banyak untuk menggunakan komputasi awan. Apakah ada perusahaan seperti itu? We do,” kata Gunawan. 

Tidak hanya itu Gunawan juga mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi komputasi awan memberi manfaat agility

Artinya startup ataupun korporasi yang memiliki ide atau project atau inisiatif baru, tidak perlu membeli teknologi yang mahal, sebab untuk uji coba, pelanggan cukup membuat eksperimen di komputasi awan. Hal ini pun turut memangkas pengeluaran.

Dengan teknologi cloud, menurut Gunawan, konsumen bisa bereksperimen dengan cepat dan murah sehingga menghasilkan fitur baru yang menambah nilai kepada konsumen akhir.

Gunawan menjelaskan AWS berencana membuka region Jakarta yang terdiri dari tiga  avaliability zone pada awal 2022. Pembangunan tersebut tidak ada kaitannya dengan kewajiban pembangunan pangkalan data di dalam negeri. 

Upaya AWS dalam membuka region di Jakarta untuk mendekatkan diri kepada pelanggan sehingga layanan yang diberikan makin optimal. 

“Kami melihat peluang bisnis yang besar dan banyak customer yang meminta kami investasi di Indonesia, itulah mengapa 4 April 2019 kemarin kami umumkan AWS membuka region baru di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Technical Evangelist AWS ASEAN, Donnie Prakoso mengatakan AWS telah memiliki rencana global untuk memberikan pengalaman terbaik kepada para pelanggan. Salah satunya bangun region di Jakarta.

Donnie memaparkan ratusan korporasi dan startup di Indonesia telah menggunakan AWS. Misalnya, Amartha, perusahaan fintech peer-to-peer lending, berhasil mengurangi biaya IT hingga 20% dengan menggunakan AWS. Sedangkan Bhinneka, perusahaan dagang-el, dapat memangkas time-to-market hingga 50% dengan menggunakan AWS.

“Bhinneka menilai dengan menggunakan tools seperti AWS Lambda, mereka dapat mengakselerasi development dan merilis new applications 50% lebih cepat,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cloud computing amazon
Editor : Wike Dita Herlinda
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top