Operator Pacu Pembangunan BTS Sepanjang Sisa 2019

Operator seluler terus menggenjot pembangunan base transceiver station (BTS) sepanjang sisa tahun ini, sebagai upaya ekspansi dan peningkatan kualitas jaringan untuk menjaga pertumbuhan jumlah pelanggan.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 17 September 2019  |  14:31 WIB
Operator Pacu Pembangunan BTS Sepanjang Sisa 2019
Menara BTS PT Hutchison 3 Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA — Operator seluler terus menggenjot pembangunan base transceiver station (BTS) sepanjang sisa tahun ini, sebagai upaya ekspansi dan peningkatan kualitas jaringan untuk menjaga pertumbuhan jumlah pelanggan.

Wakil Direktur Utama PT Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah mengatakan hingga kuartal III/2019 perseroan telah membangun 5.000 BTS baru atau sekitar 62,5% dari target yang ditetapkan di awal 2018 yaitu 8.000 BTS.

Danny mengatakan dalam penambahana BTS baru perseroan berfokus pada peningkatan kapasitas dan ekspansi jaringan.

Adapun, 3 Indonesia membagi pembangunan BTS menjadi dua tahap. Tahap pertama untuk ekspansi, yang berarti menarik pelanggan baru. Tahap kedua,  peningkatan kapasitas guna meningkatkan kualitas jaringan di tempat yang dinilai cukup padat.

Danny mengatakan selain menambah BTS baru, untuk mendukung jaringan di tempat yang padat perseroan juga memanfaatkan teknologi Massive Multiple Input Multiple Output (MIMO).

“Sampai akhir tahun akan 50%  [untuk ekspansi] dan 50% [untuk kapasitas],” kata Danny kepada Bisnis.com, Senin (16/9/2019).

Danny juga mengatakan penambahan 8.000 BTS baru dinilai cukup untuk memberi jaringan yang handal terhadap 40 juta—45 juta pelanggan mereka pada akhir 2019.

Sementara itu, Deputi CEO PT Smartfren Telecom Tbk, Djoko Tata Ibrahim, mengatakan bahwa perseroan berencana menambah 5.000 BTS baru pada 2019. Saat ini, pembangunan BTS diperkirakan telah mencapai 50%.

Djoko mengatakan pemakaian BTS baru akan difokuskan untuk peningkatan kapasitas. Dia mengatakan 75% dari BTS baru akan mendukung jaringan di lokasi-lokasi yang mulai padat.

Sekitar 25% akan difokuskan untuk ekspansi jaringan. Pada 2018 jumlah BTS Smartfren sebanyak 25.000 BTS, dengan tambahan 5.000 BTS artinya Smartfren menargetkan 30.000 BTS pada 2019.  

Djoko menuturkan alasan perseroan fokus pada peningkatan kapasitas karena pertumbuhan pelanggan yang agresif dalam setahun terakhir.

Smartfren mengklaim jumlah pelanggan mereka pada September 2019 mencapai 20 juta pelanggan, naik dua kali lipat dibandingkan dengan jumlah pelanggan pada akhir 2018.

“Sebanyak 75% untuk kapasitas karena pertumbuhan pelanggan yang sangat luar biasa di Smartfren,” kata Djoko.

Sementara itu, Head Group Corporate Communication PT XL Axiata Tbk. Tri Wahyuningsih mengatakan bahwa perseroan belum dapat memberikan pencapaian pembangunan BTS hingga 9 bulan pertama 2019, begitupun  dengan rencana pembangunan BTS karena terkait dengan strategi perusahaan.

Dia hanya mengatakan bahwa pembangunan BTS bertujuan untuk  menjaga kepuasan pelanggan. Perseroan, sambugnya, selalu mengevaluasi performa jaringan dan  melakukan perbaikan jaringan.

“Peningkatan yang dibutuhkan, diantaranya peningkatan kapasitas jaringan ataupun ekspansi cakupan yang lebih besar berfokus ke luar Jawa,” kata Ayu.

Hingga semester I/2019, XLAxiata telah membuat kontrak kesepakatan dengan vendor perihal pengadaaan BTS. Jumlahnya sebanyak 90% dari total target BTS baru yang akan dipakai pada 2019 ini yaitu sebannyak 21.000 BTS.   

Pada 6 bulan pertama 2019, XL telah mengoperasikan 127.257 BTS, yang terdiri dari 37.323 BTS 4G, 53.260 BTS 3G, dan 36.674 BTS 2G.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bts, operator seluler, operator telekomunikasi

Editor : Wike Dita Herlinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top